Kendati pemerintah sudah memberi sinyal bahwa pengumuman honorer K 2 yang lulus menjadi PNS dilakukan Rabu (6/2/2014), namun pemkab Bengkalis setakat ini  dan belum dipanggil dan be">
Selasa, 23 Desember 2014
Follow:
Home
 
Berita Terbaru >>
Jalan Utama Sri Gemilang Dibangun 2015
Wabup: Mahasiswa Dituntut Pahami Organisasi
Pemkab dan DPRD Siak Revisi 23 Perda
Bupati Ajak Warga Gelar Dzikir Akbar
BKB Mawar Siak Terbaik Tiga Nasional
Kades Diperintahkan Jaga Kebersihan Lingkungan
Sempena Hari Ibu dan HUT DW, Bupati Ajak Perempuan Berperan Aktif
Jumat Melaut, Sabtu Ditemukan Mengapung
Siswa SMA 2 Rimba Melintang Ditemukan Tewas
Pemkab Diminta Lengkapi Fasilitas Puskesmas
 
Asyik, Honorer K2 yang Tak Lulus Akan Dikontrak
Kamis, 06/02/2014 - 16:15:20 WIB
 
 

BENGKALIS (klikriau.com) - Kendati pemerintah sudah memberi sinyal bahwa pengumuman honorer K 2 yang lulus menjadi PNS dilakukan Rabu (6/2/2014), namun pemkab Bengkalis setakat ini  dan belum dipanggil dan belum menerima daftar honorer K 2 yang dinyatakan lulus menjadi PNS.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) H Noor Alamsyah dihubungi Kamis (6/2/2014)  menyebut jika belum mendapat kabar apapun terkait pengumuman kelulusan K 2. BKD katanya saat ini hanya menunggu, apakah pengumuman dilakukan melalui Panselnas (panitia seleksi nasional) ataukah melalui website Menpan.

"Kita belum ada dipanggil oleh dipanggil oleh pihak Menpan ataupun propinsi untuk mengambil pengumuman kelulusaan K2. Kita saat ini hanya menunggu saja, walau kabarnya kelulusan honorer K2 diumumkan Rabu kemarin," ujar Alamsyah.

Menyinggung tentang nasib para honorer K 2 yang tak lulus menjadi CPNS, Alamsyah menyebut jika kemungkinan mereka akan direkrut sebagai tenaga kontrak di lingkup Pemkab Bengkalis. Karena walau pemerintah sudah melarang tidak ada lagi tenaga honorer, namun dalam UU baru tentang Aparatur Sipil Negara, disebutkan jika pegawai negeri itu terdiri dari PNS dan tenaga kontrak.

"UU tentang aparatur sipil negara membolehkan adanya tenaga kontrak. Mengacu pada hal ini, para honorer yang tak lulus menjadi PNS ini kemungkinan akan diperkerjakan sebagai tenaga kontrak, yang nantinya kontraknya diperpanjang setahun sekali. Namun semuanya itu tergantung pemerintah pusat juga, kalau diizinkan tenaga honorer itu menjadi tenaga kontrak, ya akan kita alihkan," ungkapnya.

Selama ini kata Alamsyah sebagai tenaga honor, mereka juga harus menekan kontrak setiap sekali setahun. Jadi rasanya tak ada masalah jika status honorer itu dilanjutkan menjadi pegawai /tenaga kontrak. Daripada merumahkan mereka yang tak lulus, jelas akan membawa kesenggsaraan bagi mereka.

"Kita tunggu nanti juklak dan juknis dari UU Aparatur Sipil Negara itu. Kalau pemerintah pusat mengizinkan dialihkan ke pegawai kontrak, kita akan lakukan itu," ulasnya lagi.*afd



Home

Kontak klikriau : Redaksi
© 2012-2014 klikriau.com All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com