Senin, 25 Maret 2019
Follow:
Home
Pasar Palapa Layak jadi Pasar Wisata Batu Akik
Senin, 16/02/2015 - 17:12:50 WIB
 
 

PEKANBARU (klikriau.com)-Pasar Palapa yang dulu sepi kini menjadi ramai. Hal ini diakibatkan mangkalnya puluhan pedagang batu akik menempati kios pasar. Maka dengan kondisi ini, disebut bahwa pasar tersebut layak dijadikan pasar wisata.

"Ketika kita lihat, bagaimana antusias pengunjung di Pasar Palapa yang tampak bergeliat saat ini, sangat memungkinkan untuk dikembangkan, ditata dan dikelola serius oleh pemerintah menjadi pasar wisata khusus pedagang batu permata dan pasar burung," kata Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zaidir Albaiza.

Politisi PKB ini juga mengatakan, salah satu syarat untuk mewujudkan pasar wisata adalah lingkungannya harus bersih dan tidak ada sampah yang menggunung. Pelayanan juga harus ditingkatkan sehingga konsumen merasa nyaman saat berkunjung.

Menurut Zaidir yang juga ketua Ikatan Serikat Pedagang Pasar Senapelan ini, penataan lingkungan juga harus menyeluruh terhadap Pasar Palapa tersebut. "Seperti adanya lampu penerangan dan pengelolan parkir. Sehingga menjadi sumber PAD bagi pemerintah," imbuhnya.

Di pasar tersebut, memang tengah menjadi pusat batu permata (gemstone). Puluhan pembeli dari dalam dan luar Pekanbaru mendatangi pasar yang setahun lalu cuma ditempati beberapa pedagang. Bahkan, tidak sedikit pembeli yang datang dari luar Riau.

Peminat batu permata saat ini, berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat biasa, hingga para pejabat dan pengusaha. Karenanya, pengrajin batu permata di Pasar Palapa menyediakan beragam batu dengan kisaran harga dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Batu-batu permata pasar tersebut juga didatangkan dari seluruh Indonesia. Diantaranya yang banyak dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumut, Aceh, dan dari Kalimantan.

"Entahlah, biasanya kalau pasar tempat emak-emak berbelanja. Ini sekarang (Pasar Palapa-red) dikerumuni bapak-bapak. Itu gara-gara penjual batu pasar ini jadi ramai oleh bapak-bapak," ujar salah seorang pedagang sayur di Pasar Palapa, Iyen.

Di kios penjual batu, tampak batu alam dari sungai Bengkulu yang belum diolah. Beberapa jenis batu alam dari Bengkulu adalah sungkis, madu, kembang api dan cimpago biru.

Jika ditelusuri lebih detil lagi, jenis batu yang dijual di Pasar Palapa saat ini seperti batu hijau lumut, batu badar basi, batu lumut sukki, batu pucuk pisang, batu-batu tersebut adalah beberapa jenis batu yang berasal dari Sungai Dareh, Sumatera Barat.

Harga dari batu cincin yang berupa batu alam ini tidaklah mahal. Cukup dengan Rp30.000 kita sudah bisa membawa batu cincin ini ke rumah. Para penghobi batu menyebut batu yang masih mentah ini dengan nama "batu bahan". Batu cincin yang sudah dipotong akan dibentuk sesuai dengan pengikat yang kita miliki. Semakin besar pengikat maka akan semakin besar batu cincinnya.

Selain batu yang berasal dari Sungai Dareh, Sumatera Barat, di pasar ini juga menjual batu yang berasal dari Bengkulu. Batu ini memiliki keunikan. Menurut salah seorang pedagang yang berasal dari Bengkulu, batu batu cincin mentah dari Bengkulu didominasi oleh warna merah.

Untuk mengikat batu cincin, di Pasar Palapa terdapat banyak pilihan ikatan. Pilihan ini tergantung dengan ukuran jari dan jenis bahan ikatan yang kita inginkan. Biaya yang kita butuhkan juga tidak terlalu besar, Rp 150.000 sampai Rp 175.000 untuk bahan platina dan Rp 300.000 keatas untuk bahan ikatan yang terbuat dari perak murni.

Untuk mengasah batu menjadi batu cincin, rata-rata dibutuhkan modal Rp 30.000  sampai Rp 50.000. Namun, ini tergantung dengan bentuk batu bahan yang ingin dihasilkan.*klik-riki




 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com