Selasa, 26 Maret 2019
Follow:
Home
Melihat Ritual Bakar Tongkang Rohil yang Sudah Mendunia
Rabu, 22/06/2016 - 15:35:05 WIB
  Foto detik.com   

ROHIL - Ribuan Warga etnis Tionghoa di Bagansiapiapi setiap tahunnya melakukan pemujaan terhadap Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun dengan membakar replika tongkang. Ritual tersebut bertujuan untuk mengenang para leluhur orang Tionghoa yang telah menemukan Bagansiapiapi dan sebagai wujud syukur kepada Dewa Ki Hu Ong Ya.

Ritual ini sudah menjadi salah satu tujuan wisata budaya dan religi. Bakar Tongkang bukan hanya menjadi tontonan dan ditunggu warga Riau, tetapi sudah menjadi iven nasional yang gaungnya pun sudah mendunia.

Hasil gambar untuk bakar tongkang 2016
Prosesi pembakaran replika kapal tongkang tahun 2016 ini dilaksanakan Selasa (21/6/2016), dihadiri Bupati Rohil H Suyatno, Wakil Bupati, Jamiludin, Danrem 031 Wirabima, Brigjen Nurendi, Kejari Rohil, Bima Suprayoga, Anggota DPRD Riau, Siswaja Muljadi, Wakil Ketua DPRD Rohil, Suyadi. Acara lokasi bakar tongkang di Jalan Perniagaan, Bagansiapiapi, Rohil.

Pada ritual bakar tongkang tahun 2016 atau tahun monyet api tiang layar jatuh arah ke laut, hal ini dipercaya masyarakat etnis Tionghua sebagai arah keberuntungan dalam memperoleh rezeki lebih banyak di air. Artinya, sektor mata pencaharian melaut bagi nelayan lebih besar.

Foto detik.com

Awal Kisah

Kisah perayaan ritual bakar tongkang bermula ketika sekelompok orang bermarga Ang dari Fujian, Tiongkok berkeinginan untuk mengubah keberuntungan nasib di negeri orang dan mereka menyeberangi samudera luas. Mereka berlayar dengan menggunakan kapal kayu yang disebut kapal Tongkang. 

Namun dalam perjalanan di tengah Samudera luas terjadi gelombang dahsyat yang mendamparkan Kapal Tongkang. Ternyata dalam Kapal Tongkang Kelompok Marga Ang ini membawa patung Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun yang berdasarkan kepercayaan diyakini telah menyelamatkan Kelompok Marga Ang.

Kelompok Marga Ang ini kemudian diyakini mendapat petunjuk Dewa Kie Ong Ya dan Dewa Tai Sun berupa cahaya api yang tampak dari jauh. Namun ternyata setelah didekati cahaya tersebut berasal dari cahaya ribuan kunang-kunang.

Kemudian kelompok marga Ang yang berjumlah 18 orang tersebut memutuskan untuk menetap di pulau yang dipenuhi Kunang-Kunang Api tersebut. Tempat tersebut kemudian diberi nama dan dikenal dengan sebutan Bagansiapiapi.

foto: detik.com

Upacara bakar tongkang diawali dengan arak-arakan ribuan warga etnis Tionghoa sambil membawa hio dan patung dewa serta kapal tongkang. Mereka mengarak dari klenteng Ing Hock Khing sekitar pukul 15.00 WIB dan tiba di Lokasi acara pembakaran tongkang di jalan perniagaan ujung sekitar pukul 15.30 WIB.

Setibanya di lokasi pembakaran tongkang langsung diletakkan di atas tumpukkan kertas. Lalu beberapa panitia menaki kapal tersebut untuk memasang tiang layar yang diyakini sebagai petunjuk rezeki bagi warga Bagansiapiapi.

Setelah tiang layar terpasang, seluruh pejabat pun dipersilahkan naik ke atas kapal beberapa menit sebelum kapal tersebut dibakar. Ribuan warga etnis Tionghoa pun tampak memadati lokasi pembakaran yang dipenuhi kepulan asap yang berasal dari hio yang mereka bawa.

Api mulai mulai menyala dan membakar badan tongkang sekitar pukul 16.20 WIB. Tak butuh waktu lama hanya sekitar 15 menit api melumat habis seluruh badan tongkang.

foto: detik.com

Ribuan warga tetap menunggu hingga seluruh badan tongkang tersebut dilahap si jago merah. Mereka menunggu arah jatuhnya tiang layar yang mereka yakini sebagai petunjuk sumber rezeki. Tepat pukul 16.38 WIB, tiang layar terakhir jatuh mengarah ke laut. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi, rezeki satu tahun ke depan lebih banyak dihasilkan dari hasil laut.

Karena popularitasnya tradisi tahunan di Rokan Hilir, Riau ini berhasil masuk menjadi salah satu nominasi "Anugerah Pesona Indonesia" untuk kategori festival budaya terpopuler.**/nai

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com