Sabtu, 19 Januari 2019
Follow:
Home
Kasus Pembunuhan Massal
Mantan Presiden Mesir Dibui 20 Tahun
Senin, 24/10/2016 - 11:36:21 WIB
 
 

KAIRO-Mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi divonis 20 tahun penjara oleh pengadilan. Hukuman tersebut diberikan lantaran kasus pembunuhan massal yang dilakukan saat demonstrasi besar pada 2012.

Vonis ini adalah yang pertama dari empat tuntutan yang diajukan pada Mursi. Selain itu, Mursi tidak diperkenankan untuk mengajukan banding.

Selain Mursi, beberapa tokoh politik Mesir juga dijatuhi hukuman serupa, seperti Mohamed el-Beltagy dan Essam el-Erian. Ketiganya dituntut 2015 lalu dengan tuduhan penculikan, penyiksaan dan pembunuhan para demonstran saat unjuk rasa 2012.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (22/10), sebagaimana dilansir merdeka.com, rezim Persaudaraan Muslim ini menyangkal tuduhan tersebut.

"Mereka (demonstran) dibunuh oleh orang-orang mereka sendiri," ujar tim kuasa hukum Mursi kala itu.

Selain kasus pembunuhan massal ini, Mursi juga dituntut lantaran membobol penjara para tahanan Persaudaraan Muslim pada 2011. Sementara itu, hukuman lainnya adalah hukuman mati karena menjadi mata-mata bagi kelompok Hamas.

Mursi merupakan presiden pertama yang dipilih pada pemilu 2012. Namun, kudeta militer menggulingkannya dari kursi orang nomor satu di Negeri Piramida pada 2013. (ee)

(f: merdeka.com)


 
Berita Terbaru >>
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
Kejati Pimpin Serah Terima Tiga Kejari di Riau
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com