Rabu, 27 Maret 2019
Follow:
Home
Masyarakat Minta PLN Buat Program yang Tak Beratkan Masyarakat
Senin, 14/11/2016 - 15:57:35 WIB
 
 

PEKANBARU-Tak hanya kalangan Dewan, masyarakat juga ikut menentang keras program PLN melakukan pemutusan langsung kepada pelanggan pascabayar, setelah jatuh tempo satu hari.

Karena program tersebut dinilai program yang tidak manusiawi dan memberatkan masyarakat, untuk itu masyarakat meminta pihak PLN untuk berpikir ulang terhadap program itu.

''Jelas kami tidak setuju dengan program ini, alasannya memberikan edukasi kepada pelanggan itu modus aja, kalau pelayanan bagus masih bisa ditoleransilah, masak telat sehari langsung diputus,'' terang Anwar, Warga Jalan Paus, Minggu (13/11/2016)

Selain Anwar, Vivi (35) juga berpendapat sama, bahkan ia meminta pihak PLN membuat program yang bijak, yang tidak memberatkan masyarakat, dan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa perkantoran, Mal dan perhotelan juga tertib bayar.

''Jangan masyarakat kecil aja jadi sasaran, urus Mall dan perhotelan baik kecil maupun besar yang saya yakin ada yang nunggak bayar, kalau mereka sudah bisa kasih contoh yang baik, baru terapkan kepada masyarakat,'' tegasnya, sebagaimana dilansir halloriau.com.

Bahkan, menurut Vivi lagi, ia sempat mendapat stiker yang berisikan peringatan pihak PLN akan melakukan pemutusan sementara bagi pelanggan yang telat melakukan pembayaran.

''Entah dimana saya buang stiker itu, tapi yang jelas isinya bentuk peringatan gitu, kalau nggak salah isinya PLN akan melakukan pemutusan sementara apabila tunggakan tidak segera dilunasi, maka kami (pihak PLN) lakukan pembongaran KWH Meter/berhenti menjadi pelanggan PLN, inikan ndak adil kali, kondisi listrik sekarang sering mati, apa kontribusi PLN kekita, nah giliran telat bayar langsung diputus, kita juga setuju  kalangan DPRD ikut menentang progam ini,'' ungkapnya, dilansir halloriau.com.

Sebagaimana diketahui sebelumny, dalam Hearing dengan Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu, Kepala Rayon Timur Darwin menyebutkan, bahwa sejak November 2016 ini, ada program pemutusan langsung kepada pelanggan, setelah jatuh tempo satu hari. Khusus pelanggan prabayar.

Dimana jika jatuh tempo pembayaran tagihan listrik tanggal 20, maka pada tanggal 21, langsung diputus.

''Progam ini untuk memberikan  edukasi kepada pelanggan, agar tidak terlambat membayar tagihan bulanan,'' sebut Darwin.

Pernyataan ini, sontak membuat seluruh anggota Komisi IV " Naik pitam" bahkan Ketua Komisi IV Roni Amriel langsung mengeluarkan statemen bahwa program tersebut merupakan progam yang akan menyengsarakan masyarakat.

''Ini program yang tidak manusiawi, rasakan susahnya masyarakat cari duit,'' ungkapnya.

Untuk itu, jika memang dilanjutkan, Roni Amriel megatakan pihaknya di DPRD akan membentuk Pansus.

''Atas nama Komisi IV tak setuju. Kami akan buat Pansus. Yang satu ini tidak manusiawi. Boleh berikan edukasi ke masyarakat. Tapi tidak seperti ini. Berikan edukasi yang baik. Nanti kalau ada. Ini sungguh menyakitkan masyarakat,'' tegas Roni.

Menanggapi hal ini, Manajemen PLN Pekanbaru Al azhar menyampaikan, bahwa program ini aturannya sudah lama berlaku. Sebab, sudah ada dalam surat perjanjian jual beli tenaga listrik dengan pelanggan.

Di mana ada masa pakai dan masa bayar. Tagihan listrik dicatat mulai tanggal 20, masuk tagihannya sebenarnya baru masuk tanggal 1 bulan berikutnya.

Program ini berlaku sudah secara nasional. ''Jadi, kalau tidak bayar, akan ada pemutusan sementara. Setelah 60 hari masa pemutusan sementara pelanggan tidak melunasi, PLN berhak bongkar lampu. Ini pelanggan pascabayar,'' jawabnya. (ee)

Ilustrasi. (f: int)

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com