Sabtu, 25 Mei 2019
Follow:
Home
Penghapusan Subsidi 900 VA Dilakukan di Januari, Maret, dan Mei 2017
Jumat, 18/11/2016 - 11:29:01 WIB
 
 

JAKARTA-Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan penyesuaian tarif tenaga listrik terhadap rumah tangga mampu daya 900 VA dilaksanakan setiap 2 bulan dan dilakukan bertahap sebanyak 3 kali mulai 1 Januari, 1 Maret, dan 1 Mei.

Dalam pembahasan Rapat Kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI pada tanggal 22 September 2016 terkait RAPBN TA 2016, Komisi VII DPR RI menyetujui penghapusan subsidi listrik untuk golongan rumah tangga daya 900 VA yang ekonominya mampu.

"Selanjutnya pada bulan Juli dikenakan tariff adjustment seperti pelanggan lainnya yang sudah mencapai tarif keekonomian dan tidak menerima subsidi listrik," ungkap Dirjen Gatrik, Jarman, di Kantornya, Jakarta, Jumat (18/11), sebagaimana dilansir merdeka.com.

Saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN (Persero) yang mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 Volt-Ampere (VA), serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016 tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik Untuk Rumah Tangga.

Jarman mengatakan bentuk sosialisasi merupakan mekanisme penanganan pengaduan masyarakat serta dampak inflasi terkait penerapan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran.

"Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pemerintah menyediakan dana subsidi untuk kelompok masyarakat tidak mampu," ujar Jarman.

Oleh karena itu Pemerintah memberikan subsidi listrik kepada pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA yang termasuk dalam rumah tangga miskin dan tidak mampu. Data rumah tangga miskin dan tidak mampu ini berasal dari Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Tercatat, pada 2015, subsidi listrik paling besar dinikmati oleh pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang mencapai Rp 49,32 Triliun (87 persen). Meski dua golongan pelanggan ini masih terdapat rumah tangga yang tidak layak disubsidi.

Menurut Data Terpadu Penanganan Program Fakir Miskin, dari total 23 juta pelanggan rumah tangga daya 900 VA, hanya 4,1 juta yang laik diberikan subsidi. (ee)

(f: merdeka.com)

 
Berita Terbaru >>
Adakan Kegiatan Bukber, IKTS Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim
Tekanan dan Ancaman Terhadap Kawasan Konservasi Makin Meningkat
Diskusi dengan Tajuk 'Ngopi Bareng' Besok Kembali Diadakan PWI Riau
Dalam Rangka HUT ke -12, IKTS Kembali Lakukan Kegiatan Donor Darah
Pemko Pekanbaru Terima Penghargaan Satya Lencana Karyabhakti Praja Nugraha
Sambut Hari Bumi, Pecinta Alam Sumatera Riau Lakukan Aksi Pungut Sampah
Menikmati Wisata Perut Bumi di Labuan Bajo
Sempena Hardiknas, Disdikbud Dumai Gelar Lomba Lagu Melayu dan Melukis
Bertuah Akshara Symphony, Wadah Berhimpun Generasi Muda Pencinta Marching Band
Hypatia, Perempuan Cerdas yang Dibunuh Karena Melakukan Penelitian
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com