Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
Apakah Ade Komarudin akan Melawan Seperti Fahri Hamzah?
Kamis, 24/11/2016 - 11:00:14 WIB
 
 

JAKARTA-Posisi Ade Komarudin sebagai Ketua DPR digoyang. Oleh Partai Golkar yang merupakan partainya sendiri, posisi pria yang akrab disapa Akom ini akan digantikan oleh sang Ketum, Setya Novanto. Akankah Akom melawan?

Dalam rapat pleno DPP yang dipimpin oleh Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, Setya Novanto dikembalikan lagi menjadi Ketua DPR. Mereka berbekal pada putusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang memulihkan nama baik Novanto setelah tersangkut kasus 'papa minta saham' tahun lalu.

Di rapat yang tidak dihadiri Novanto tersebut, semua pengurus diklaim memberikan suara bulat dan tanpa penolakan. Golkar pun bergerak cepat mengebut proses pergantian Ketua DPR bisa selesai dalam 2 pekan. Akom terancam dilengserkan sebelum genap setahun menjabat sebagai Ketua DPR.

Bakal dicopot, Akom tidak tinggal diam. Sebagai Sekretaris Dewan Pembina Golkar, Akom bergerak untuk berkonsultasi dengan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie. Ical yang saat ini sedang di luar negeri memang belum bersuara soal kembalinya Novanto ke kursi Ketua DPR ini.

"Saya belum dengar kabarnya, beliau masih di luar negeri kembali besok. Jadi akan berkomunikasi dengan Pak Ical, senior saya," kata Akom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2016), sebagaimana dilansir detik.com.

Sebelas bulan menjabat sebagai Ketua DPR, Akom bukan tanpa goyangan. Tiga kali dia dilaporkan ke MKD dan proses masih bergulir. Kursinya makin rawan, Akom mengaku tidak merasa bersalah sehingga dia tidak takut.

"Yang jelas saya kalau tidak merasa salah, saya tidak pernah takut. Saya akan menghadapi semua dengan baik, karena saya tidak merasa salah," ujarnya.

Periode DPR 2014-2019 ini akan menjadi masa terakhir Akom duduk di Senayan. Setelah menjabat sebagai anggota DPR sejak tahun 1997, dia menegaskan bahwa pengabdian kepada negara harus berlanjut.

Kondisi Ade Komarudin yang dicopot dari kursi pimpinan DPR ini mengingatkan publik pada situasi yang dialami oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pada April 2016 lalu. Kala itu, Fahri dicopot dari kursi pimpinan DPR oleh partainya, PKS karena alasan pemecatan.

Apa yang dilakukan Fahri? Sejak pencopotan, dia terus melawan. Fahri menggugat surat pemecatannya ke meja hijau dan proses hukum masih bergulir hingga sekarang. Fahri pun masih kokoh duduk di kursi Wakil Ketua DPR.

Meski ada kemiripan, Golkar yakin pencopotan Akom berbeda dengan kondisi Fahri Hamzah. Akom dianggap tidak akan melawan keputusan partai.

"Semua kemungkinan bisa saja kalau di DPR kan ada proses walaupun ini hak partai. Ini perlu bangun komunikasi antar stakeholder Golkar. Tapi ini saya katakan beda kasus antara Ade Komarudin dan Fahri. Beda sekali," kata Korbid Polhukam Golkar, Yorrys Raweyai di DPP Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (23/11). (ee)

(f: dtc)

 
Berita Terbaru >>
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com