Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Ratusan Ubur-ubur Biru Terdampar di Pantai Queensland
Kamis, 02/02/2017 - 15:00:15 WIB
  Ubur-ubur ini akan cepat mengering di pantai dan besar kemungkinan menjadi santapan burung-burung. (Facebook:CharlotteLawson)  

BRISBANE - Ratusan ubur-ubur warna kebiruan memenuhi sebuah pantai di utara Kota Brisbane, Queensland, Australia setelah terdampar di sana. Seorang pakar kelautan menyebut fenomena ubur-ubur terdampar itu biasa namun kali ini jumlahnya begitu banyak.

Ubur-ubur yang terdampar ke pantai Deception Bay akhir pekan lalu itu biasanya terjadi dalam fase perkembangbiakan atau disebut juga "bloom".

Pakar biologi kelautan Dr Lisa-Ann Gershwin, yang merupakan spesialis ubur-ubur, menjelaskan bloom yang dia lihat kali ini merupakan yang paling besar selama 25 tahun karirnya.

"Jujur saya katakan ini yang paling luar biasa yang pernah saya lihat. Saya sudah sering melihat mereka terdampar... tapi ini sangat mengherankan," katanya.

"Bloom pada ubur-ubur merupakan bagian dari siklus kehidupan mereka. Saat angin bertiup dan air surut dan berarus, maka mereka akan terdampar," jelas dr Gershwin.

"Kita biasa lihat ubur-ubur terdampar namun tidak seperti ini. Ini mengherankan," tambahnya. Ia melukiskan pemandangan ini wallpaper ubur-ubur.

"Saya belum pernah melihatnya seperti itu," katanya, "Saya tak bisa bayangkan bagaimana mereka di dalam air sehingga bisa terdampar serapat itu satu sama lain."

Ubur-ubur biru atau Catostylus mosaicus, tumbuh hingga mencapai diameter 35 sentimeter dan biasanya tidak berbahaya bagi manusia.

"Mereka biasa ditemukan di Queensland tenggara, New South Wales dan Victoria," kata Dr Gershwin kepada Steve Austin dari ABC.

"Terdamparnya ubur-ubur ini bukan hal yang mengkhawatirkan bagi lingkungan sekitar. Sebab mereka akan mengering dan kita bahkan tak sadar bahwa mereka pernah ada di situ," katanya.

"Justru bagus buat burung-burung dan penyu yang akan memakan mereka," kata Dr Gershwin lagi.

Dia menjelaskan kombinasi arah angin utara dan kondisi arus menyebabkan bloom pada ubur-ubur ini.

"Mereka tidak mendamparkan diri seperti pada sejumlah hewan lainnya. Ubur-ubur tidak seperti itu," jelas Dr Gershwin.

"Mereka tak bisa bernafas di darat. Tapi mereka memang perlu air di sekitarnya untuk mengalirkan oksigen ke kulit mereka," katanya.

"Mereka juga butuh air untuk mendukung tubuhnya sehingga tidak ambruk sendiri," tambahnya.**

Sumber:Detik.Com

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com