Minggu, 16 Juni 2019
Follow:
Home
Dumai Melangkah ke Pintu Gerbang Perekonomian Riau (1)
Kamis, 27/04/2017 - 08:52:03 WIB
  Kawasan Pelabuhan Dumai. (Foto: KataRiau.Com)
 

HARAPAN besar dicurahkan sepenuhnya kepada Kota Dumai sebagai pintu
gerbang perekonomian Riau tatkala Batam secara resmi terpisah dari
Provinsi Riau seiring dengan pemekaran Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
pada awal 2000-an lalu. Sebagai kota yang berada di jalur pelayaran
internasional, Selat Malaka, Dumai memang memiliki berbagai keunggulan
yang tak kalah dengan Batam.
  
Seperti disebutkan Walikota Dumai, Zulkifli AS, dalam acara
silutarahmi dengan wartawan berbagai media dari PWI Riau, Sabtu, 15
April 2017, Dumai dianugerahkan sebagai kawasan yang sangat baik dan
strategis. "Memiliki kedalaman laut yang bagus, dan termasuk aman
karena Pulau Rupat membentenginya dari terpaan ombak di bagian depan,"
kata Zul AS, panggilan akrabnya.
  
Beruntungnya lagi, jauh hari sebelumnya Dumai telah menjadi
pelabuhan ekspor minyak bumi (crude oil) dari perusahaan minyak PT
Chevron Pacific Indonesia (sebelumnya bernama Caltex), serta juga
perusahaan minyak milik pemerintah, Pertamina. Keberadaan kedua
perusahaan minyak ini boleh dikatakan telah menjadi pendongkrak
kemajuan Kota Dumai yang semula hanya desa nelayan yang jauh terpencil
dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau. Kedekatan Dumai dengan negeri
jiran, Malaysia, juga membuat Dumai menjadi bandar yang semakin
diperhitungkan.
  
Kendati begitu, seiring dengan kemajuan zaman, Dumai dituntut harus
semakin berpacu membenahi diri terutama guna menghadapi persaingan
global yang kian terasa kehadirannya. Pada awal 2000-an Kota Dumai
memang sudah sempat meriah dengan kedatangan para wisatawan dari
Malaysia yang ingin mencari hiburan. "Biasanya sejak Kamis malam kita
sudah susah mencari kamar hotel karena telah dipenuhi orang dari
seberang," kata Sugianto Waluyo, seorang pengusaha di Pekanbaru yang
waktu itu sering berbisnis ke sana. Tapi, sayang, sekarang pemandangan
seperti itu kini sudah jarang terlihat.
  
Untuk memajukan Dumai sehingga menjadi sebuah kota metropolis
memang tak semudah membalik telapak tangan. Apalagi Dumai adalah
kawasan yang boleh dikatakan tidak memiliki sumber daya alam sama
sekali. Sumber daya manusianya pun, karena terhitung baru berkembang
dari desa menjadi kota, tampaknya masih belum terlalu bisa untuk
dihandalkan. Karena itu, peran seorang pemimpin yang memiliki
kemampuan dan kegigihan untuk memajukan Dumai tentu saja sangat
dibutuhkan.
  
Hal itulah tampaknya yang kini sedang diupayakan secara maksimal
oleh Walikota Dumai, Zulkifli AS. Kendati baru sekitar setahun
menjabat, Zul AS sebenarnya boleh dikatakan bukan orang baru di sini.
Pada periode sebelumnya ia pun sudah pernah menduduki kursi walikota.
Ia absen satu periode lalu terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai
Demokrat.
 
Berbekal pengalaman ikut mengurus negara di kursi dewan di Jakarta,
dan banyak bertemu dengan para menteri dan para pengambil kebijakan
pemerintahan, Zul AS pun pulang kampung untuk kembali membenahi Dumai.
Selain meneruskan langkah-langkah yang telah dilakukan kepala daerah
yang digantikannya, tentu diharapkan Zul AS juga akan meneruskan
kembali upaya-upaya yang telah dirintisnya saat menjabat dulu. Seperti
pembenahan sumber air minum sehingga warga Dumai tak perlu lagi
membeli air setiap hari guna keperluan rumahtangga.
 
Bak seorang yang bertangan dingin, upaya-upaya yang dilakukan Zul AS
bersama satuan kerjanya tampak telah bergerak sesuai dengan irama
kerja yang diharapkan. Hal ini ditopang pula oleh kebijakan dari
pemerintah pusat yang akan membangun jalan tol dan jalan keretaapi
guna menunjang kemajuan Dumai sebagai kawasan industri dan pelabuhan
yang diperhitungkan. Sekarang sudah terlihat sebagian bantalan jalan
keretaapi mulai dikerjakan. Menurut Zul AS, saat ini dalam tahap
proses gantirugi lahan dengan penduduk.
  
Upaya tersebut ternyata telah menimbulkan ketertarikan para
investor dari luar. "Jepang sudah menjanjikan akan menanam investasi
sebesar US $ 25 sampai 35 triliun," ungkap Zul AS. Suatu jumlah yang
sangat fantastis, yang diharapkan dapat meningkat predikat Dumai
sebagai Zona Perkembangan Ekonomi Utama di Sumatera.
  
Sebenarnya, meskipun tampak masih seperti jalan di tempat, Dumai
sudah cukup lama menata diri untuk menjadi kawasan industri yang cukup
diperhitungkan. Saat ini setidaknya telah ada beberapa kawasan
industri. Seperti Kawasan Industri Dumai (KID) seluas 5.000 hektare di
Pelintung, Kawasan Industri Pelindo seluas 200 hektare, Kawasan
Industri Patra Niaga seluas 250 hektare, dan Kawasan industri Lubuk
Gaung seluas 1.700 hektare.
  
"Sayangnya pertumbuhan di Dumai tampak masih stagnan, karena
pemerintah pusat hingga kini belum mengeluarkan RTRW (Rencana Tata
Ruang Wilayah)," kata Zul AS.Tanpa adanya RTRW, jalan tol, rel
keretaapi, kawasan industri, dan berbagai peruntukan lainnya jadi
tidak bisa dikerjakan.
  
Peran pemerintah pusat memang sangat dibutuhkan. Maklum saja,
sekitar 30 persen dari devisa negara merupakan hasil ekspor dari pintu
gerbang ekonomi Riau ini. Bahkan, Dumai kini tercatat sebagai
pelabuhan ekpsor minyak sawit mentah (CPO) terbesar di tanahair. Saat
ini dari Dumai diekspor 8 - 9 juta ton CPO setiap hari. Dibandingkan
dengan dari Medan hanya 5 juta ton. Pada 2016 tercatat ekspor dari
Dumai senilai US$ 11 miliar. Sedangkan Bea Keluar (Pajak Ekspor) CPO
diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun.
 
Geliat ekonomi dari kawasan di sekitar Selat Malaka ini setidaknya
telah menopang pendapatan negara yang cukup besar. meskipun, menurut
Walikota Zul AS, Dumai secara langsung tak mendapatkan apa-apa. Karena
itu sangat wajar jika pemerintah pusat lebih menggencarkan lagi
pembangunan infrastruktur bagi kemajuan Dumai. Sehingga multiplier
effectnya akan semakin dirasakan manfaatnya oleh Pemko maupun
masyarakat Dumai.  (irwan e. siregar)

 
Berita Terbaru >>
Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Tersandung Kasus Hukum
Dua Polisi Gadungan Perkosa Gadis di Depan Pacarnya, Terjadi di Rokan Hulu
Jabatan Maruf di BUMN Diyakini Bisa Mendiskualifikasi 01
Adakan Kegiatan Bukber, IKTS Pekanbaru Santuni Puluhan Anak Yatim
Tekanan dan Ancaman Terhadap Kawasan Konservasi Makin Meningkat
Diskusi dengan Tajuk 'Ngopi Bareng' Besok Kembali Diadakan PWI Riau
Dalam Rangka HUT ke -12, IKTS Kembali Lakukan Kegiatan Donor Darah
Pemko Pekanbaru Terima Penghargaan Satya Lencana Karyabhakti Praja Nugraha
Sambut Hari Bumi, Pecinta Alam Sumatera Riau Lakukan Aksi Pungut Sampah
Menikmati Wisata Perut Bumi di Labuan Bajo
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com