Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
Berharap Pemerintah Pusat Segera Keluarkan RTRW (Tamat)
Kamis, 27/04/2017 - 08:59:11 WIB
  Kawasan Industri Dumai. (Foto: tribun news.com)
 

GEMERLAP cahaya lampu dari hydrocrackcer, kilang pengolahan bahan
bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina sudah lama menerangi sebagian
wilayah Dumai di waktu malam. Deru mesinnya yang nyaris bekerja
sepanjang waktu, membuat denyut nadi pembangunan di kota pelabuhan ini
menjadi kian terasa.
  
Kini Dumai semakin bertambah semarak dengan bermunculannya berbagai
industri di seantero kota seluas 1.760 meter persegi yang dikelilingi
kawasan hutan dan pantai ini. Tangki-tangki tempat penampungan minyak
sawit mentah (CPO), tampak menjulang tinggi di hampir sepanjang garis
pantai Dumai sepanjang 200 kilometer, seperti ingin menyaingi
tangki-tangki minyak bumi milik PT Chevron Pacific Indonesia, dan PT
Pertamina yang sudah lebih dulu hadir di sana.
  
Selain itu, kawasan industri juga telah 'menjamur' memenuhi garis
pantai. Mulai dari yang berada di tengah kota, seperti milik PT
Pelindo dan Pertamina, hingga yang jauh ke pelosok. Seperti Kawasan
Industri Dumai (KID) seluas 5.000 hektare di Pelintung, dan Kawasan
industri Lubuk Gaung seluas 1.700 hektare.
  
Kendati masih sekitar 30 persen yang sudah terisi, namun kemajuan
KID tampak sudah begitu pesat. Di sini telah berdiri pabrik pupuk
jenis NPK yang terbesar di kawasan Asean. Juga ada pabrik karung goni
berskala besar. PT Wilmar yang menangani kawasan industri tersebut
juga mendirikan pabrik pengolahan CPO dan turunannya, untuk diekspor
ke mancanegara.

Selain memiliki dua pembangkit listrik berkekuatan
masing-masing 15 MW, di situ ada lagi satu unit pembangkit listrik 10
MW yang digerakkan dari hasil pembakaran cangkang (tempurung) kelapa
sawit. PT Wilmar juga memproduksi biodiesel sebanyak 4 ribu ton per
hari. "Di seluruh kawasan ini ada 4.000-an tenaga kerja, dan 90 persen
adalah warga setempat," kata Manajer HRD PT Wilmar dalam pertemuan
dengan wartawan anggota PWI Riau yang berkunjung ke sana Sabtu, 15
April 2017 lalu.
  
Derap pembangunan di Dumai diperkirakan akan semakin kencang
sehubungan dengan rencana pemerintah pusat untuk menerbitkan Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Dumai dalam waktu dekat. Dengan
terbitnya RTRW tersebut, industri-industri besar yang akan menanamkan
modal menjadi memiliki kepastian berusaha. selain itu, RTRW juga
menimbulkan kepastian untuk membangun jalan tol dan rel keretaapi ke
Dumai. Rencana pembukaan akses jalan tol dan rel keretaapi ini,
menurut Walikota Dumai, Zul AS, membuat investor dari Jepang tergiur
dan sudah menjanjikan akan menanam investasi sebesar US $ 25 sampai 35
triliun. "Kita tunggu saja agar pemerintah segera mewujudkannya," kata
Zul AS.
  
Dengan bekembangnya investasi di Dumai, tekad untuk menjadikan
Dumai sebagai pintu gerbang perekonomian Provinsi Riau diharapkan akan
segera terwujudkan. (irwan e. siregar)

 
Berita Terbaru >>
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
Farida: Biar Saya Saja yang Dipenjara, Saya tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak
DPRD Gelar Sidang Paripurna dengan Agenda Pidato Sambutan Gubri Periode 2019-2024
Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap LKPj Kepala Daerah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com