Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
Remaja Melbourne Tewas dalam Ledakan Toko Es Krim Baghdad
Rabu, 31/05/2017 - 20:03:30 WIB
  Zynab Al Harbiya  

MELBOURNE -- Zynab Al Harbiya, remaja berusia 12 tahun asal Melbourne dikabarkan terbunuh dalam serangan bom oleh kelompok teroris ISIS di sebuah toko es krim di Baghdad, Irak. Dia meminta ibunya untuk membawanya ke toko es krim itu setelah seharian berpuasa.

Kantor berita Reuters melaporkan terjadinya dua serangan bom mobil yang membunuh lebih 20 orang dan melukai puluhan lainnya, setelah waktu berbuka puasa tiba. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengkonfirmasi Zynab Al Harbiya terbunuh dalam serangan "keji" tersebut.

Zynab berada di Irak bersama kedua orang tua dan dua saudaranya untuk mengunjungi kakeknya yang sakit. Karib mereka Sama Hadad menggambarkan Zynab sebagai "anak 12 tahun yang ramah dan ceria".

Dia mengatakan gadis tersebut memohon kepada ibunya untuk membawanya mencari es krim setelah seharian berpuasa di bulan Ramadan. "Bulan suci Ramadan dimulai akhir pekan lalu sehingga orang berpuasa tidak makan dan minum sepanjang hari dengan suhu 40 derajat lebih, sangat panas," katanya kepada ABC.

"Jadi setelah berbuka puasa dia meminta untuk dibawa ke toko es krim, dimana dia pergi bersama ibu dan pamannya. Sayangnya, toko es krim itu menjadi target bom mobil, pamannya terluka sedangkan dia terluka parah dan kemudian tidak selamat," katanya.

Sepupu Zynab, Layla Al Saabary, menjelaskan Zynab dan keluarganya baru berada di Baghdad beberapa hari. "Yang saya tahu dia berada di dekat toko es krim dan ledakan itu dekat dengan dia sehingga tak ada peluang baginya," kata Al Saabary.

Sebelum pergi, katanya, Zynab menyampaikan kekhawatiran mengenai keamanannya. "Dia bilang ke anak saya sebelum dia pergi, katanya, 'Saya takut bom', dan kami jawab, 'Tidak apa-apa'," katanya.

Zynab telah dimakamkan di Irak. Hadad mengatakan keluarga tersebut benar-benar terpukul. "Keluarga itu putus asa, shock," katanya.

"Bagaimana bisa seorang yang cantik, cemerlang, cerdas, optimistis, penuh impian, gadis yang sempurna melakukan perjalanan dan tidak kembali ke rumah?" ujarnya.

"Ini hanya menunjukkan fakta ideologi ISIS yang sakit ini menginfiltrasi dunia internasional dan mempengaruhi semua orang," katanya.

Hadad mengatakan mengetahui kondisi cedera paman gadis itu. Zynab merupakan siswa Sirius College di daerah Broadmeadows. Hadad mengatakan Zynab merupakan tamatan SD Thomastown Primary School.

Kepsek Sirius College Halid Serdar Takimoglu mengatakan Zynab "energik, terbuka, dan penuh perhatian dan disukai rekan-rekannya". "Kami semua sedih karena salah satu siswa yang ceria terenggutkan dari kami dengan cara keji yang sulit dipahami," katanya dalam pernyataan.

Dia mengatakan keluarga Zynab terkenal di lingkungan masyarakatnya, termasuk untuk kegiatan amal.***

 
Berita Terbaru >>
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com