Senin, 25 Maret 2019
Follow:
Home
Terima Wawancara Media, Novel Baswedan Tuai Kritik
Sabtu, 05/08/2017 - 20:39:05 WIB
  Novel Baswedan
 

JAKARTA- Langkah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menerima wawancara beberapa media massa menuai kritik politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu.

Masinton yang juga anggota pansus hak angket KPK menilai, Novel seharusnya menjalani pemeriksaan polisi dalam pengusutan kasus penyiraman air keras pada dirinya, ketimbang aktif meladeni wawancara media. Terlebih, menurut Masinton, saat ini Novel masih menjalani proses penyembuhan mata kiri.

"Kalau (Novel) tidak percaya (polisi) kemudian kita percayakan pada siapa penanganan kasus ini? Kemudian semua disampaikan ke media, beliau kemarin kondisi matanya tambah parah lagi disebabkan karena aktivitasnya meladeni media. Loh, ini kan penyakit tambah parah ini dibikin-bikin sendiri atau apa?" ujar Masinton di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (5/8).

Setelah kondisinya sempat dikabarkan membaik, Novel harus kembali beristirahat selama dua minggu ke depan dikarenakan tekanan mata meningkat. Tekanan mata yang normal seharusnya berada di bawah angka 10-20 mmHg, tapi saat ini tekanan mata kiri Novel sekitar 26 sampai 27 mmHg.

Berdasarkan keterangan dokter, proses wawancara bisa berpengaruh pada peningkatan emosi sehingga kesehatan mata Novel memburuk.

Disebut Menolak Pemeriksaan

Selain dikritik karena menerima wawancara, Novel juga disebut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menolak diperiksa polisi.

Padahal, polisi yang saat itu akan pergi ke Singapura untuk menemui Novel, hanya meminta beberapa jam saja untuk pemeriksaan.

"Saya tidak tahu siapa yang bisa menangani ini kalau polisi sudah tidak dipercaya. Kalau benar ada keterlibatan Jenderal besar di kasusnya, pelaporan kenapa tidak dilakukan? Kenapa hanya menyampaikan ke media? Menurut saya sedang berpolitik kalau hanya beropini. Kalau mencari kebenaran, tempuh dong langkah hukum," katanya.

Bila Novel bersedia diperiksa, polisi akan menyodorkan beberapa pertanyaan dan juga akan mencocokan sketsa wajah terduga pelaku yang dimiliki.

Terkait tudingan Novel tentang keterlibatan petinggi Polri dalam kasus penyiraman air keras, Argo mengingatkan Novel tidak asal menuduh dan harus mengklarifikasi serta menyiapkan bukti kuat.

"Harus ada bukti kalau ada keterlibatan jenderal, siapa? Buktinya apa?" ujar Argo, Rabu (2/8) lalu.

Sumber: CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com