Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Dipercaya peliharaan Aisyah, Ribuan Merpati Hidup Bebas di Tanah Suci
Senin, 21/08/2017 - 08:58:07 WIB
 
 

MADINAH - Bagi yang sudah pergi ke Tanah Suci, tentu tidak asing dengan merpati-merpati di sekitar Masjidil Haram Mekah maupun Masjid Nabawi Madinah.

Jumlah burung tersebut ribuan dan hidup bebas. Sebagian percaya burung-burung tersebut merupakan keturunan peliharaan Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW.

Dari sisi fisik, merpati Aisyah tidak berbeda dengan burung pada umumnya. Warnanya biru laut cenderung gelap. Penggemar burung menyebutnya warna megan.

Merpati Aisyah biasa beterbangan di tanah lapang beraspal arah pintu 21 atau Pintu Raja Fahd. Juga ada di pemakaman baqi yang berada di sebelah timur Masjid Nabawi. Bisa jadi merpati di kedua tempat ini burung yang sama. Mereka muncul hampir bersamaan dengan aktivitas ibadah jemaah.

Saat jemaah keluar dari masjid dari Pintu King Fahd, merpati Aisyah satu komando beterbangan dari atap hotel-hotel mewah dan turun ke trotoar lapang. Mereka seolah paham bahwa jemaah akan melemparkan makanan. Benar saja, beberapa jemaah membeli biji-bijian dari beberapa anak kecil penjual makanan burung, kemudian menaburkan ke trotoar.

Karena sudah biasa dengan manusia, merpati Aisyah tak terlalu khawatir bakal ditangkap atau disakiti oleh jemaah. Kalau sekadar di-gusah atau diusir, tidak masalah. Cukup beringsut sedikit, maka jemaah tak bakal mengejar.

Dalam Islam, ada keyakinan tidak boleh menyakiti hewan di Tanah Suci. Apalagi hewan yang dipercaya berkaitan dengan Nabi Muhammad seperti merpati Aisyah. Bahkan kalau bisa harus menyayangi. Karena itulah, merpati Aisyah berkembang biak. Jumlahnya di sekitar Masjid Nabawi nyaris tak terhitung.

Jika benar merpati tersebut keturunan peliharaan Aisyah, maka yang ada saat ini adalah generasi kesekian. Sebab, Aisyah hidup di abad ke-7 dan umur hidup merpati hanya 10-20 tahun. Benarkah merpati itu sudah ada sejak lama? Sulit mencari sosok yang tepat menjawabnya. Salah seorang jemaah haji Indonesia yang berhaji pada tahun 1975 atau 42 tahun silam memberikan sedikit gambaran.

"Pas saya haji, itu (merpati) sudah ada. Sudah banyak," tutur jemaah haji asal Tuban Jawa Timur, Jamkasiani, di Masjid Nabawi beberapa waktu lalu.***

Sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com