Senin, 25 Maret 2019
Follow:
Home
Burung Maleo di Sulawesi Hampir Punah
Jumat, 25/08/2017 - 09:50:25 WIB
 
 

GORONTALO - Dari 132 lokasi peneluran burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Indonesia, hanya di 5 tempat yang belum menghadapi ancaman.

Sedangkan sisanya, 42 lokasi telah ditinggalkan, 42 sangat terancam, 12 tidak diketahui lagi dan 31 statusnya terancam.

Satwa endemik dari Pulau Sulawesi dan Buton ini masuk dalam daftar Endangered oleh IUCN Red List dan terdaftar dalam CITES Appendik 1 dan jenis dilindungi oleh PP No 7/1999.

Ancaman di alam terhadap burung maleo antara lain pencurian telur oleh masyarakat, pemangsaan telur dan anakan maleo oleh predator seperti biawak dan ular, kerusakan habitat akibat perambahan, illegal logging, banjir atau kebakaran hutan dan lahan, serta perburuan maleo dewasa.

"Dari hasil penelitian, menunjukkan dari 36 lokasi yang ada di dalam dan sekitar TNBNW, tersisa hanya 18 lokasi, yakni 10 di luar dan 8 di dalam kawasan," kata Noel Layuk Allo, Kepala Balai TNBNW pada workshop Penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Maleo, Jumat (25/8/2017).

Sebagai satu dari 25 satwa langka yang menjadi prioritas konservasi, maleo memiliki ruang hidup yang sempit. Habitat hidupnya hanya di kawasan tertentu dan sangat peka terhadap kehadiran perubahan.

Tidak seperti burung lainnya, maleo hanya bertelur dan meletakkannya dalam kawasan hutan yang memiliki panas bumi atau di pasir pantai. Telur-telur ini kemudian ditinggalkan dan menetas dengan bantuan panas bumi atau panas sinar matahari di pantai.

"Situs monitoring maleo di TNBMW berada di Hungayono 7 ha, Tambun 5 Ha, dan Muara Pusian 4 Ha," lanjut Noel Layuk Allo.

Untuk konservasi maleo di taman nasional,  Balai TNBNW bekerja sama dengan Wildlife Conservation Society (WCS) melalui kegiatan pengelolaan ladang peneluran, pembuatan bangunan penetasan telur (Hatchery).

Selain itu melatih dan mempekerjakan penjaga yang berasal dari desa sekitar ladang peneluran dan kampanye konservasi.***

Sumber: kompas.com


 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com