Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Myanmar Sengaja Tanam Ranjau Untuk Pengungsi Rohingya
Rabu, 06/09/2017 - 10:26:59 WIB
  Pengungsi Rohingya saat menyeberang perbatasan Bangladesh (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

 

DHAKA - Beberapa pengungsi Rohingya terkena ranjau saat akan mengungsi ke wilayah Bangladesh. Belakangan diketahui ternyata otoritas Myanmar yang menanam ranjau itu di sepanjang perbatasan dengan Bangladesh. Sungguh keji!

Informasi mengejutkan ini dibeberkan oleh dua sumber pemerintahan di Dhaka, Bangladesh, seperti dilansir Reuters, Rabu (6/9/2017). Kedua sumber pemerintahan Bangladesh itu memahami langsung situasi di perbatasan Myanmar-Bangladesh, namun tidak bisa berbicara secara terbuka ke media karena sensitivitas isu.

Menurut salah satu sumber itu, otoritas Myanmar sengaja menanam ranjau ini untuk supaya warga Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh tidak bisa kembali ke Myanmar.


Otoritas Bangladesh mendapati fakta ini setelah mempelajari bukti-bukti foto dan mendengar keterangan para informan.

"Mereka (Myanmar-red) menanam ranjau-ranjau di wilayah mereka di sepanjang pagar kawat berduri (di antara tiang perbatasan)," tutur salah satu sumber ini.

"Pasukan kami juga melihat tiga hingga empat kelompok bekerja di dekat pagar kawat berduri, menanam sesuatu ke dalam tanah. Kami kemudian mengkonfirmasikannya dengan para informan kami, bahwa kelompok itu sedang menanam ranjau," imbuhnya.

Salah satu informan bahkan sempat merekam sebuah objek berbentuk lempengan logam dengan diameter 10 cm terkubur di dalam tanah.

Sumber pemerintahan ini tidak menyebut lebih lanjut apakah kelompok yang menanam ranjau itu memakai seragam militer atau tidak. Namun kedua sumber menegaskan, sekelompok orang itu diyakini bukan militan Rohingya atau ARSA, yang tengah bentrok dengan militer Myanmar di negara bagian Rakhine.

Ditambahkan salah satu sumber itu, otoritas Bangladesh akan melayangkan nota protes secara resmi kepada pemerintah Myanmar terkait hal ini. Rencananya, nota protes akan dikirimkan ke Myanmar pada Rabu (6/9) ini.

Sebelumnya, penjaga perbatasan Bangladesh, Manzurul Hassan Khan, menyebut ada dua ledakan yang terdengar di wilayah Myanmar, dekat Bangladesh pada Selasa (5/9) waktu setempat. Dua ledakan lainnya terdengar di area yang sama pada Senin (4/9) waktu setempat.

Pemicu ledakan itu belum diketahui pasti. Namun otoritas Bangladesh meyakini ledakan berasal dari ranjau. Sedikitnya tiga pengungsi Rohingya, termasuk dua anak-anak, mengalami luka-luka akibat ledakan itu. Salah satu dari mereka bahkan harus kehilangan kaki akibat ledakan itu.

Belum ada komentar resmi dari otoritas Myanmar terkait laporan ini.***

Sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com