Selasa, 26 Maret 2019
Follow:
Home
Menperin Resmikan Pabrik Eleokimia di Riau
Jumat, 15/09/2017 - 11:41:20 WIB
 
 

PEKANBARU - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto meresmikan pabrik oleokimia pertama di Indonesia yang berada di Riau, dengan investasi senilai 300 juta Euro atau Rp4,77 triliun.

Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, peresmian Pabrik Sinar Mas Cepsa di Dumai tersebut diharapkan dapat mendukung investasi masuk ke Riau dalam rangka terciptanya lapangan kerja.

"Apalagi pabrik yang dibangun Sinar Mas Cepsa bahan bakunya CPO, tentu ini pengaruhnya akan dirasakan masyarakat," kata Gubri.

Ia menjelaskan, selama dua tahun ini pabrik tersebut akan memproduksi alkohol lemak (fatty alcohol) dari minyak inti sawit, dengan pangsa pasar Asia, Eropa Timur, dan Eropa Barat, dengan bahan baku berbasis nabati tersebut digunakan untuk membuat produk kebersihan, kosmetik, pembersih rumah tangga, dan lain-lain

"Jadi dengan adanya perusahan pabrik ini bisa meningkat perekonomian di Riau, dan juga mempermudah masyarakat dalam memperoleh produksi yang dihasilkan perusahan tersebut. Tentunya selain di eskpor juga diperuntukkan bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja, menjelaskan, Sinar Mas Cepsa adalah perusahaan patungan antara Sinar Mas Agribusiness and Food, perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di dunia yang terintegrasi secara vertikal, dan Cepsa, perusahaan energi terpadu dan terkemuka yang berpusat di Madrid, Spanyol.

Cepsa dikenal sebagai pemimpin di dunia dalam produksi alkilbenzena linier (LAB) yang digunakan untuk membuat deterjen berbahan dasar organik yang dapat terurai (biodegradable). Usaha patungan ini diciptakan dengan visi untuk menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya yang terdepan dengan skala global dan dengan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

"Integrasi vertikal Sinar Mas Cepsa dan peluncuran pabrik di Dumai ini merupakan langkah penting yang kami lakukan untuk mencapai visi ini. Melalui usaha patungan ini kami dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk turunan kelapa sawit dan terus mencipatakan lapangan kerja di Indonesia," kata Franky O. Widjaja,

Pabrik ini secara langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi 300 tenaga kerja Indonesia, kata Franky, selaik itu juga akan mendukung pertumbuhan industri bahan kimia di Indonesia melalui transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terdepan dalam memproduksi alkohol lemak dari bahan baku nabati yang berkelanjutan.**/MC

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com