Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Semakin Terdesak, ISIS Evakuasi Militan dari Raqqa
Minggu, 15/10/2017 - 16:09:56 WIB
 
 

SURIAH - Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan ISIS akan mengevakuasi militan dalam dan luar negeri yang berada di Raqqa, Suriah, sementara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat nyaris merebut kembali wilayah yang diklaim sebagai ibu kota de facto kekhalifahan gadungan itu.

Omar Alloush, anggota senior Dewan Masyarakat Raqqa, mengatakan kepada AFP, Minggu (15/10), bahwa sebuah kesepakatan memungkinkan militan ISIS menyerahkan diri atau meninggalkan kota menggunakan bus, kemungkinan ke provinsi Deir al-Zor yang bertetangga dengan kota tersebut.

Dia juga mengonfirmasi bahwa pasukan ISIS yang berasal dari luar negeri bakal turut dievakuasi di bawah kesepakatan tersebut.

"Pasukan asing mempunyai dua pilihan: antara menyerah atau dibawa pergi."

Berita evakuasi pasukan ISIS ini menyebar tak lama setelah koalisi AS mengumumkan adanya konvoy yang bakal meninggalkan Raqqa dalam rangka meminimalisir korban dari warga sipil.

Namun, koalisi secara spesifik menampik kemungkinan evakuasi pasukan ISIS yang berasal dari luar negeri meski tidak menyinggung soal militan asli Suriah. Yang jelas, AS dan para sekutunya menentang kesepakatan apapun yang memungkinkan para jihadis untuk pergi tanpa "menghadap hukum."

Sempat diklaim sebagai ibu kota ISIS, sebagian besar Raqqa kini dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi tentara Arab dan Kurdi yang mendapat sokongan dari Amerika.

Beberapa hari belakangan, pertempuran mereda sementara para pejabat setempat mencoba menegosiasi langkah untuk memastikan 10 persen wilayah kota dapat direbut kembali tanpa menjatuhkan banyak korban sipil.

Pemimpin suku setempat pada Sabtu malam waktu setempat mengimbau SDF dan koalisi AS untuk mencari cara "menyelesaikan status" jihadis Suriah dan "memastikan mereka keluar" dari kota tersebut.

"Pasukan Demokratik Suriah sepakat. Kami kini mempersiapkan mekanisme untuk mengevakuasi (pasukan ISIS) ... melindungi nyawa warga sipil yang mereka sandera sebagai tameng hidup," bunyi pernyataan tersebut.

"Mereka menyandera 400 orang--perempuan dan anak-anak--di rumah sakit nasional," ujarnya.***/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com