Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
Hutan Nagari Sungai Buluh, Surga Tersembunyi Nan Asri di Sumatera Barat
Jumat, 03/11/2017 - 12:24:38 WIB
 
 

PARIAMAN - Nagari Sungai Buluh di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang berintegrasi langsung dengan hutan lindung di gugus Bukit Barisan, adalah surga tersembunyi yang menjanjikan keindahan, kesejukan dan kedamaian.

Apalagi topografi perbukitan dan kondisi hutan sangat mempengaruhi sistem kehidupan masyarakat yang mengandalkan hidup dari pertanian dan perkebunan dengan pengelolaan berbasis agroforest.

Rumah pohon dan Air Terjun Sarasah  Kuau,  merupakan dua destinasi wisata dalam paket ekowisata di Hutan Nagari Sungai Buluh. Sejak Oktober 2016, paket ekowisata ini sudah rilis dan didatangi banyak pengunjung.

Jejeran rumah di kelilingi hamparan sawah berselimut hutan hijau, perpaduan apik dan menenangkan. Bosan menghabiskan waktu di rumah pohon, bisa melanjutkan ke Air Terjun Sarasah Kuau dan menikmati kesejukan air bersumber dari Hutan Nagari Sungai Buluh ini. Meski berjarak kurang dari dua kilometer, tetapi medan menanjak dan curam membuat deru napas berkejar-kejaran.

Foto Luzi Diamanda.
Hutan nan sejuk

Paket wisata ini bisa dinikmati dengan hanya membeli tiket masuk Rp5.000, jasa pengantar Rp30.000 untuk tujuh pengunjung. Ke Lokasi ini hanya memakan waktu sekitar 15 menit dari Bandara Internasional Minangkabau.

Nagari yang masih menggunakan kearifan lokal itu juga membagi wilayah hutan sesuai topografi dan rencana pengelolaan seperti hutan larangan, hutan cadangan, kawasan olahan, dan hutan kesepakatan.

Tidak hanya itu, masyarakat juga memakai sistem larangan yang berbasis kearifan lokal untuk memelihara ikan atau mereka menyebutnya ikan larangan. Dalam larangan itu terbentuk dari hasil kesepakatan seluruh lapisan masyarakat yang melarang menangkap ikan di lokasi tertentu. Penangkapan boleh dilakukan pada waktu tertentu sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

Kawasan Hutan Nagari Sungai Buluh menjadi pemasok atau sumber utama mata air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengaliri sebagian wilayah kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Bahkan pipa PDAM juga masuk mengaliri Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Foto Luzi Diamanda.
Air Terjun Sarasah Kuau

Hutan di nagari yang dikelilingi bukit barisan tersebut mendapat izin dari menteri kehutanan tentang hutan nagari sesuai dengan SK Penetapan Areal Kerja dengan nomor. SK.856/Menhut-II/2013 tanggal 2 Desember 2013 seluas 1.336 hektare. Pengelolaan juga ditindaklanjuti dengan Hak Pengelolaan Hutan Nagari oleh Gubernur Sumatera Barat Nomor.522.4-789-2014 tanggal 16 Oktober 2014 dengan luas 780 hektare.

Adanya kearifan lokal yang digunakan untuk menjaga hutan dan lingkungan akan berdampak pada kelestarian alam. Hal itu juga akan berpengaruh untuk kesejahteraan masyarakat.

Jika ada yang melanggar peraturan, seperti menebang pohon di hutan larangan maka dikenakan sangsi harus membayarnya dengan satu ekor kambing atau kepala kerbau.

Hutan Nagari Sungai Buluh memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi eko wisata, kondisi hutan tropis yang masih primer, sekunder, air terjun sarasah, ikan dan hutan larangan, salah satu bentuk yang dapat dijadikan objek wisata. Jarak hutan nagari dengan jalan utama atau dari BIM sekitar 20 menit juga menjadi faktor utama untuk menarik wisatawan.

Pengunjung pun juga dapat menikmati kegiatan Agro Foresty, Silvo Pastur, Silvifishery, Sosial Budaya, dan kesenian tradisional. Bahkan untuk menjaga kearifan lokal serta menumbuhkan lapangan kerja, Nagari Sungai Buluh tidak menggunakan mesin bajak di sawah, mereka memanfaatkan tenaga wanita (ibu-ibu) dalam membajak, dan menanam, sedangkan untuk panen mereka menggunakan tenaga pria.

Karet, durian, jengkol petai dan buah-buah lain tumbuh baik di kebun-kebun kelolaan masyarakat di kawasan berbukit.

Hutan di bagian hulu, tak terusik.  Hutan di gugus Bukit Barisan ini daerah tangkapan air 14 anak sungai yang mengalir di Nagari Sungai Buluh, sebelum menyatu ke Batang Anai.***/zie



 
Berita Terbaru >>
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
Farida: Biar Saya Saja yang Dipenjara, Saya tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak
DPRD Gelar Sidang Paripurna dengan Agenda Pidato Sambutan Gubri Periode 2019-2024
Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap LKPj Kepala Daerah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com