Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Langka, Karena Orang Kaya pun Berebut LPG 3 Kg
Sabtu, 04/11/2017 - 15:24:25 WIB
 
 

BANGKINANG – Banyaknya masyarakat yang memburu LPG 3 Kg, membuat kewalahan dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar mengawasi pendistribusian LPG 3 Kg yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin tersebut.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar, Drs. Muhammad Amin Filda, Sabtu (04/11), jatah LPG 3 Kg untuk Kampar berjalan lancar, dimana  Kabupaten Kampar mendapatkan 5500 tabung LPG 3 Kg/tahun.

Lalu 5500 tabung gas LPG 3 Kg tersebut didistribusikan melalui 9 Agen dan 491 pangkalan. Untuk pendistribusian kepada agen dan pangkalan juga tidak ada masalah.

"Bahkan kita menginstruksikan kepada para pangkalan agar menjual gas bersubsidi tersebut kepada masyarakat miskin dengan melengkapi KTP dan KK," katanya.

Hanya saja kenyataannya di lapangan, ketika LPG tersebut sampai di pangkalan, maka masyarakat berbondong-bondong menyerbu LPG bersubsidi tersebut. LPG tersebut bahkan ada di borong oleh mereka yang memiliki uang banyak.

Kepada wartawan Amin juga mengatakan, jika terjadai kelangkaan LPG bersubsidi pada beberapa daerah tertentu, demi membantu masyarakat miskin, maka Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar menggelar operasi pasar.

"Dalam operasi pasar tersebut yang bisa membeli LPG  3 Kg bersubsidi tersebut hanya mereka yang miskin," ungkap Amin Filda.

Sementara itu, Salah seorang warga dusun V desa Koto Tibun Kecamatan Kampar, Ani (47 tahun) ditemui saat membawa tabung gas kosong LPG 3 Kg di jalan Pekanbaru-Bangkinang Km - 42, menyampaikan, bahwa dirinya sudah seminggu memasak menggunakan kayu api.

"Saya sudah cari ke berbagai pangkalan sekitar sini,namun di pangkalan selalu terpasang merek habis," ujar Ani.

Lebih lanjut Ani mengatakan, Dahulu LPG 3 Kg berhari - hari masih tersedia di pangkalan, tetapi saat ini selalu habis. Jika LPG datang ke pangkalan, sekitar 2 – 3 jam saja, LPG tersebut langsung habis.

"Untuk membeli LPG 3 Kg saat ini, Pihak pangkalanpun memberikan syarat kepada konsumen, seperti foto copy, Kartu Keluarga (KK), foto copy Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan harus dibayar dimuka pula untuk mendapatkan LPG bersubsidi tersebut," ungkap Ani.

Herannya, kata Ani, LPG 3 Kg bersubsidi tersebut selalu tersedia di warung-warung pengecer, tetapi harganya sudah mahal. Para pengecer mematok harga sampai 35 ribu/tabung.

"Padahal di pangkalan kita hanya membeli sekitar Rp. 18.500,- / tabung, ungkap Ani,". **/zie/MC

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com