Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Langka, Karena Orang Kaya pun Berebut LPG 3 Kg
Sabtu, 04/11/2017 - 15:24:25 WIB
 
 

BANGKINANG – Banyaknya masyarakat yang memburu LPG 3 Kg, membuat kewalahan dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar mengawasi pendistribusian LPG 3 Kg yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin tersebut.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar, Drs. Muhammad Amin Filda, Sabtu (04/11), jatah LPG 3 Kg untuk Kampar berjalan lancar, dimana  Kabupaten Kampar mendapatkan 5500 tabung LPG 3 Kg/tahun.

Lalu 5500 tabung gas LPG 3 Kg tersebut didistribusikan melalui 9 Agen dan 491 pangkalan. Untuk pendistribusian kepada agen dan pangkalan juga tidak ada masalah.

"Bahkan kita menginstruksikan kepada para pangkalan agar menjual gas bersubsidi tersebut kepada masyarakat miskin dengan melengkapi KTP dan KK," katanya.

Hanya saja kenyataannya di lapangan, ketika LPG tersebut sampai di pangkalan, maka masyarakat berbondong-bondong menyerbu LPG bersubsidi tersebut. LPG tersebut bahkan ada di borong oleh mereka yang memiliki uang banyak.

Kepada wartawan Amin juga mengatakan, jika terjadai kelangkaan LPG bersubsidi pada beberapa daerah tertentu, demi membantu masyarakat miskin, maka Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Kampar menggelar operasi pasar.

"Dalam operasi pasar tersebut yang bisa membeli LPG  3 Kg bersubsidi tersebut hanya mereka yang miskin," ungkap Amin Filda.

Sementara itu, Salah seorang warga dusun V desa Koto Tibun Kecamatan Kampar, Ani (47 tahun) ditemui saat membawa tabung gas kosong LPG 3 Kg di jalan Pekanbaru-Bangkinang Km - 42, menyampaikan, bahwa dirinya sudah seminggu memasak menggunakan kayu api.

"Saya sudah cari ke berbagai pangkalan sekitar sini,namun di pangkalan selalu terpasang merek habis," ujar Ani.

Lebih lanjut Ani mengatakan, Dahulu LPG 3 Kg berhari - hari masih tersedia di pangkalan, tetapi saat ini selalu habis. Jika LPG datang ke pangkalan, sekitar 2 – 3 jam saja, LPG tersebut langsung habis.

"Untuk membeli LPG 3 Kg saat ini, Pihak pangkalanpun memberikan syarat kepada konsumen, seperti foto copy, Kartu Keluarga (KK), foto copy Kartu Tanda Pengenal (KTP) dan harus dibayar dimuka pula untuk mendapatkan LPG bersubsidi tersebut," ungkap Ani.

Herannya, kata Ani, LPG 3 Kg bersubsidi tersebut selalu tersedia di warung-warung pengecer, tetapi harganya sudah mahal. Para pengecer mematok harga sampai 35 ribu/tabung.

"Padahal di pangkalan kita hanya membeli sekitar Rp. 18.500,- / tabung, ungkap Ani,". **/zie/MC

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com