Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Menikmati Samudera Awan di Bukit Suligi Rokan Hulu
Minggu, 12/11/2017 - 19:10:54 WIB
 
 

ROKAN HULU - Puncak Bukit Suligi, Desa Aliantan, Rokan Hulu, adalah keindahan tersembunyi, mengagumkan dan belum banyak diekspos. Sensasi alam yang luar biasa, dengan awan yang pekat dan tebal, layaknya gumpalan kapas yang membawa butiran-butiran air, sejuk.

Bukit Suligi memang memiliki keunikan dipuncaknya berupa gulungan gumpalan awan yang disebut warga setempat dengan "samudra awan". Lokasinya sekitar 120 kilometer dari Kota Pekanbaru.

"Samudra awan ini hanya ada pada pagi hari dipuncak bukit," kata Kepala Desa Aliantan, Muhamad Rois Zakaria, yang mulai mengemas fenomena alam ini mulai sebagai objek wisata baru, bersama komunitas pencinta alam di Desa Aliantan Kecamatan Kabun, Rokan Hulu (Rohul).

Bukit Suligi merupakan deretan bukit yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan hutan lindung. Kawasan ini memiliki luas sekitar 33.000 hektare (Ha), yang hampir 80% atau 25.000 Ha di Rohul dan sisanya masuk wilayah Kabupaten Kampar.

Awan merupakan butiran air atau kristal yang mengelompok di atmosfer. Di Bukit Suligi awan tersebut sangat pekat dan besar hingga bisa menutupi hamparan hutan lindung hingga terlihat hanya puncaknya saja.

Massa berwarna putih itu terus bergerak seperti gelombang ombak yang menggulung-gulung di pantai. Hal ini yang membuat warga setempat menyebutnya sebagai fenomena samudra awan.

Menurut Rois, puncak Bukit Suligi dari Desa Aliantan merupakan tempat terbaik untuk melihat langsung samudra awan pada pagi hari karena merupakan puncak tertinggi dengan ketinggian 812 meter dari permukaan laut (mdpl).

Untuk pengunjung yang belum pernah ke sana, Rois mengatakan tidak perlu risau karena sudah ada komunitas sadar wisata The Care Taker yang bisa mendampingi.

Komunitas ini mengelola jasa pengantaran, angkut barang, parkir, hingga tenda dan konsumsi. Mereka juga sudah memasang tanda-tanda dan tali di jalur ke puncak bukit, serta membuat ornamen hiasan di puncak bukit yang cocok untuk swafoto (selfie) para pengunjung.

Menuju ke puncak Bukit Suligi memakan waktu hingga satu jam jalan kaki dan mendaki bukit dengan kemiringan 85% dan ini  merupakan tantangan yang cukup membutuhkan kondisi fisik prima.

Paket wisata melihat samudra awan hanya dibuka pada akhir pekan dan jumlahnya dibatasi hingga 30 orang agar bisa lebih puas menikmati pemandangan.

Tarif wisatanya juga sangat terjangkau. "Paling maksimal Rp50 ribu satu orang. Itu sudah termasuk makanan dari kita," katanya.

Sejak dibuka untuk umum pada 2016, Puncak Bukit Suligi dari Desa Aliantan sudah menyedot cukup banyak pengunjung dari daerah-daerah di Riau hingga Provinsi Sumatra Barat.***/nai

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com