Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
Bolu Berendam, Kue Kudapan Raja-Raja Indragiri Hulu
Jumat, 24/11/2017 - 15:21:13 WIB
  Bolu Berendam
 

RENGAT - Berkunjung ke Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, terutama saat Hari Idul Fitri, jangan lupa untuk mencicipi kudapan khas daerah itu yakni bolu berendam atau bolu baghondam.

Penganan khas masyarakat Melayu Rengat tersebut hanya bisa dijumpai ketika hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha dan pesta pernikahan. Berbeda dengan bolu-bolu lainnya di Indonesia, bolu berendam disajikan dalam keadaan basah atau berkuah.

Kuahnya bukan sembarang kuah, melainkan larutan gula yang diberi cengkeh, kayu manis dan adas. Maka tak heran, jika bolu berendam tersebut rasanya manis yang disukai tua dan muda.

Uniknya meski disajikan berkuah, bolu tersebut tidak hancur berderai. Teksturnya tetap padat. Hal itu yang membedakannya dengan bolu-bolu lainnya di Tanah Air.

Selain itu, bahan baku untuk membuat bolu itu pun berbeda dengan bolu pada umumnya, yang mana komposisi gula, telur dan tepung seimbang. Bolu Berendam hanya memerlukan sedikit tepung dan selebihnya gula dan telur. Perbandingannya, untuk sepuluh butir telur dan dua kilogram gula hanya memerlukan segenggam tepung terigu.

Jika bolu-bolu lainnya dicetak di loyang besar, maka bolu berendam dicetak pada loyang kecil berbentuk bunga dan manggis. Loyangnya pun harus dari kuningan. Jika sudah matang, kue tersebut berwarna kuning telur. Penyajiannya pun diletakkan pada piring-piring kecil.

Bolu berendam pada mulanya adalah kue khas yang berasal dari Rengat, Ibu Kota Indragiri Hulu. Namun kini sudah menyebar ke seluruh wilayah itu.

Menurut cerita, kue tersebut merupakan kudapan kesukaan raja-raja Kerajaan Indragiri pada zaman dahulu. Untuk membuat bolu tersebut, dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi dan banyak aturan yang harus diikuti.

Bolu itu juga dikenal kuat dengan nuansa mistisnya karena banyak pantangan yang harus diikuti, contohnya tidak boleh menggunakan tenaga listrik.

Ada teknik khusus ketika mengocok telur hingga mengembang. Jika terlalu cepat, rasa bolu tak sesuai dengan yang diharapkan. Selain itu, pantangan yang harus diikuti adalah sang pembuat kue tidak sedang dalam keadaan datang bulan dan tidak boleh berkata-kata kasar.

Untuk membuat bolu berendam tersebut, setidaknya membutuhkan waktu dua jam. Hal itu yang membuat generasi muda enggan membuat kue tersebut karena membutuhkan kesabaran yang tinggi dan banyak pantangan yang harus diikuti.***

 
Berita Terbaru >>
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
Farida: Biar Saya Saja yang Dipenjara, Saya tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak
DPRD Gelar Sidang Paripurna dengan Agenda Pidato Sambutan Gubri Periode 2019-2024
Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap LKPj Kepala Daerah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com