Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
Dubes AS untuk Panama Mundur karena Tak Mau Mengabdi Pada Donal Trump
Sabtu, 13/01/2018 - 14:39:45 WIB
  Dubes AS untuk Panama John Feeley mengundurkan diri dengan alasan tidak lagi dapat mengabdi pada Presiden Donald Trump. (REUTERS/Jonathan Ernst)
 

PANAMA - Tak mau mengabdi kepada Presiden Donald Trump, Duta Besar Amerika Serikat untuk Panama John Feeley mengundurkan diri .

Feeley, seorang diplomat karir senior dan mantan pilot helikopter angkatan laut itu telah memberitahukan rencana pengunduran dirinya kepada Departemen Luar Negeri AS pada 27 Desember 2017.

"Sebagai seorang staf dinas luar negeri junior, saya menandatangani sumpah untuk  setia melayani presiden dan pemerintahannya tanpa berpolitik, bahkan meski saya mungkin tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan tertentu," kata Feeley, menurut petikan surat pengunduran dirinya seperti dilaporkan Reuters pada Jumat (12/1).

"Para instruktur saya telah menjelaskan kalau saya tidak melakukannya maka, menjadi kehormatan bagi saya untuk mengundurkan diri. Sekaranglah saatnya," kata Feeley.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS membenarkan bahwa Dubes Feeley sudah mundur.

Jubir itu mengatakan bahwa Feeley telah memberi tahu Gedung Putih, Departemen Luar Negeri dan Pemerintah Panama soal keputusannya untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi, terhitung tanggal 9 Maret tahun ini.

Wakil Menteri Luar Negeri  Steve Goldstein mengatakan pemunduran diri Feely tidak ada hubungannya dengan dugaan penggunaan kata'shithole' atau "lubang kotoran" oleh Trump.

Presiden AS itu dalam suatu pertemuan pada Kamis diduga mengeluarkan kata "shithole" dalam menyebut Haiti dan negara-negara Afrika. Trump sendiri membantah menggunakan kata tersebut.

Ketika berbicara kepada para wartawan, Goldstein mengatakan ia sudah mengetahui rencana pengunduran diri Feely 24 jam sebelumnya, sebelum Trump diduga menggunakan kata itu untuk menyebut negara-negara asal imigran ilegal.

Goldstein mengatakan bahwa, menurut pemahamannya, Duta Besar untuk Panama tersebut mengundurkan diri karena "alasan pribadi."

"Semua orang punya batas yang tidak akan mereka langgar," kata Goldstein kepada para wartawan di Departemen Luar Negeri.

"Jika sang duta besar merasa sudah tidak bisa lagi menjalankan tugasnya ... beliau sudah membuat keputusan yang tepat dan kami menghormati itu," kata Goldstein.**/CNNIndonesia

 
Berita Terbaru >>
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
Farida: Biar Saya Saja yang Dipenjara, Saya tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak
DPRD Gelar Sidang Paripurna dengan Agenda Pidato Sambutan Gubri Periode 2019-2024
Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap LKPj Kepala Daerah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com