Minggu, 21 Juli 2019
Follow:
Home
Hakam Mabruri dan Isteri Bersepeda ke Mekkah
Minggu, 18/02/2018 - 20:43:49 WIB
  Pasangan itu menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan di kawasan selatan Thailand dan kemudian menyambut Aidilfitri di India.  

MEKKAH - Kini banyak orang Islam mempunyai "jalan mudah" untuk menjejakkan kaki ke Tanah Suci Mekkah dan menjalankan ibadah umrah dengan adanya layanan penerbangan. Malah, para jemaah yang tinggal tidak jauh dari Makkah atau Madinah dapat memilih untuk menaiki bus ataupun mobil pribadi.

Namun, semua itu bukan menjadi pilihan bagi sepasang suami isteri dari Indonesia. Hakam Mabruri dan isterinya, Rofingatul Islamiah. Mereka mengayuh sepeda - ya sepeda, bukan sepedamotor - untuk ke Makkah.

Hakikatnya, mereka berdua berbagi minat yang sama, yakni mengembara. Berbekalkan minat itu, mereka memilih untuk mengayuh sepeda merentas tujuh negara yang meliputi jarak 12.000 kilometer untuk ke Makkah, di Arab Saudi. Menurut laporan Saudi Gazette, perjalanan mereka memakan waktu selama setahun.

Sebelum mereka memulai perjalanan pada 17 Desember 2016, pasangan itu melakukan persiapan di rumah mereka di Malang selama satu setengah bulan.

Pasangan yang keduanya berusia 35 tahun itu merancang sendiri sepeda idaman mereka dan menyerahkan ideanya kepada sebuah pabrik sepeda. Sepeda itu mempunyai dua tempat duduk, tempat letak bagasi dan memerlukan dua orang untuk mengayuhnya.

Pasangan tersebut menerima sokongan daripada pelbagai pihak termasuk beberapa LSM. Mabruri Rofingatul berharap perjalanan mereka dapat menjadi satu bentuk pesan damai Islam kepada agama lain yang mereka temui di negara-negara yang dilalui mereka.

Mabruri berkata mereka memilih sepeda karena ini simbol keharmonian dalam sebuah rumah tangga. Untuk maju dalam kehidupan, sepasang suami isteri perlu bertenggangrasa.

"Sepeda ini mengajar orang untuk terus meneruskan perjalanan dan mengharungi tantangan hidup. Untuk naik, mereka perlu bekerja keras dan apabila di jalan yang menurun di mana mereka menghadapi tantangan, mereka perlu memastikan semuanya dalam penjagaan. Falsafah ini berguna ketika berhadapan dengan tantangan hidup juga," kata Mabruri seperti yang ditukil Saudi Gazette.

Dengan memilih untuk duduk di bagian depan sepeda dan isterinya duduk di belakangnya, arti sebenarnya adalah untuk memenuhi tanggungjawabnya sebagai seorang imam, seperti dalam ajaran Islam.

Mabruri tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyakinkan isterinya, yang akan menjadi seorang pakar psikologi, untuk melakukan perjalanan ke Makkah dengan bersepeda. Menurut Mabruri, isterinya sudah lama mengetahui sifatnya yang suka mengembara di Indonesia maupun di luar negara.

Bagaimanapun, kali ini, beliau memutuskan untuk mengajak isterinya. Perjalanan ini menggembirakan bagi pasangan itu. Lebih menarik lagi, mereka akan menimang cahaya mata mereka yang pertama dalam beberapa bulan lagi, lapor Saudi Gazette.

Mereka berencana untuk memberi nama Mufakeh kepada bakal anak mereka yang membawa maksud "pejuang" selepas mendapat inspirasi dari pengembaraan mereka.

Sebelum memulai perjalanan, Mabruri sudah melakukan kajian tentang budaya rakyat-rakyat negara yang mereka lalui. Ia juga mendapat latihan supaya dapat memanfaatkan teknologi GPS dan 'Google Maps' agar tidak tersesat.

Bukan itu saja, ia juga mempelajari cara memasak dan cara memperbaiki sepeda yang rusak. Mabruri percaya, pengembaraan ini juga satu perjalanan 'spiritual' atau rohani yang mampu mengajar para individu supaya menjadi lebih tabah dan pasrah terhadap ketentuan Allah, selain menjalin hubungan lebih kukuh denganNya.

Perjalanan Mabruri, yang bermula di Indonesia, membawanya melalui negara seperti Malaysia, Thailand, Myanmar dan India. Ia coba sedaya upaya untuk menghindar dari negara-negara yang sedang dilanda konflik. Pasangan itu melawat ke Jordan dari India dan kemudian ke Mesir dan akhirnya ke Arab Saudi.

Sepanjang perjalanan, pasangan itu menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan di kawasan selatan Thailand dan kemudian menyambut Aidilfitri di India. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke Amman di mana mereka menyambut Aidiladha.

Ketika ditanya bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang-orang yang ditemui, Mabruri berkata: "Kami menggunakan bahasa isyarat dan ikut bicara hati."

Pasangan itu berencana untuk kembali ke Indonesia melalui layanan penerbangan setelah menunaikan ibadah umrah. Pasangan itu merupakan pasangan Indonesia pertama yang menjejakkan kaki di Mekkah dengan bersepeda.

Mereka juga berharap untuk melakukan pengembaraan seperti ini sekali lagi, tapi untuk menunaikan ibadah haji pada masa akan datang. Buat waktu terdekat pula, Mabruri berencana untuk mengembara ke New Zealand dan Australia. (mediacorp/wan)

 
Berita Terbaru >>
Satu Orang Komisioner Bawaslu Inhu Terancam Dipecat
Bunga Bangkai Ditemukan Warga Palupuh Agam di Pinggang Bukit
Hari Ini 17 Titik Panas Kembali Muncul di Riau
Belasan Rumah Hangus Terbakar di Pasar Umbut Kelapa Inhil
Duh, Komedian Nunung Sampai Berhutang Demi Narkoba
Kota Pekanbaru Raih Dua Penghargaan dari Kemen PPPA
Cegah DBD, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan
Penganiaya Balita yang Makamnya Dibongkar untuk Autopsi Ternyata Ibu Kandung
ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital
FW-KLA Diharap Mampu Bersinergi dengan Pemerintah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com