Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Tenayan Raya Dirancang untuk 100 Tahun Kedepan
Kamis, 08/03/2018 - 07:13:45 WIB
 
 

PEKANBARU- Wali Kota Pekanbaru yang kini juga menjadi salah satu Bakal Calon Gubernur Riau, Dr Firdaus MT mengungkapkan kalau pembangunan kawasan Tanayan Raya bukanlah tanpa perencanaan yang matang.

Perencanaan pembangunan kawasan Tenayan Raya itu sudah dimulai semenjak pertama sekali dirinya menginjakkan kaki di puncak perbukitan yang kini menjadi pusat perkantoran Pemko Pekanbaru pada tahun 2012 lalu.

"Dari sana semua bermula, selanjutnya tahun 2014 pemerintah Kota mulai melakukan proses pembebasan lahan sampai kemudian dilanjutkan dengan proses pembangunan" ungkap Firdaus saat dimintai tanggapannya terkait pertumbuhan kawasan Tenayan Raya yang demikian pesat saat ini.

"Dulu, ketika meninjau, harga tanah masih sangat murah. Hanya berkisar Rp20.000 per meter. Itu juga yang dijelaskan masyarakat. Tapi begitu dikatakan akan dilakukan pembangunan kawasan perkantoran, semua bergeliat. Harga tanah mulai naik dan melonjak," kata Firdaus.

Saat ini, setelah perkantoran berdiri, dan selanjutnya Pemko Pekanbaru sudah bersiap untuk memindahkan pusat aktivitas pembangunan di kawasan Tenayan Raya itu, harga tanah pun terus mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

"Saya belum cek, namun terakhir, banyak warga yang bilang kalau harga tanah di Tenayan sudah mencapai rata-rata Rp200 ribu per meter. Bahkan ada yang sudah melebihi angka tersebut,  itu sesuatu yang luar biasa," ungkap Firdaus saat ditemui disela- sela kampanye dialogis di Tanayan Raya, Rabu (7/3/2018) malam.

Terlepas dari konteks tersebut, Firdaus mengungkapkan kalau semua itu bukan hal yang tanpa perencanaan. "Semuanya dengan perencanaan yang matang. Jadi bukan hanya berbicara soal perkantoran. Tapi juga peluang pengembangan kawasan lainnya, termasuk dalam, kaitannya dengan pembangunan kawasan Pekan Sikawan," ungkap Firdaus lagi.

Pembangunan kawasan Tenayan Raya juga terintegrasi dengan beberapa daerah lainnya lewat akses transportasi di wilayah lintas timur sumatera yang menghubungkan Pekanbaru, Siak, Pelalawan dan Kampar.

Seluruh jalan tersebut akan menjadi urat nadi perekonomian baru untuk wilayah Riau yang akan menghidupkan seluruh wilayah di kawasan terdekat.

"Di Tenayan juga dibangun kawasan industri, perkantoran, pusat perdagangan. Tahap awal mungkin akan dimulai dari mulai padatnya aktivitas pemerintahan. Selanjutnya secara bertahap akan bergerak pada aktivitas industri. PLTG dan PLTU Tenayan juga sudah bergerak menjelang akhir tahun 2019 ini dan itu akan membuka banyak peluang kerja bagi masyarakat dan juga akan membutuhkan kawasan permukiman serta infrastruktur lainnya," kata Firdaus.

Hal tersebut, artinya juga akan terus menimbulkan banyak perkembangan di kawasan Tanayan Raya. "Silahkan dinilailah seperti apanya saat ini. Tapi yang pasti, dalam empat tahun, Tenayan sudah menjadi magnet baru dan secara perencanaan kawasan, hal tersebut masih sangat relevan," imbuh Firdaus lagi.

Dia menyebutkan, sesuai dengan ketentuan dari kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah daerah dibenarkan untuk mengembangkan kawasan permukiman, perkantoran dan kebutuhan publik lainnya mencapai 70 persen dari luar wilayah dan 30 persennya dijaga sebagai paru-paru kota.

"Pekanbaru punya luas wilayah sekitar 623 ribu meter persegi. Yang termanfaatkan baru 30 persen, masih ada 40 persen lahan yang tersedia dan itu masih bisa dikelola secara maksimal untuk pertumbuhan dan pemerataan pembangunan antar kawasan," papar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tersebut.

Dia berharap, ini bisa jadi peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Riau dan Pekansikawan khususnya. "Kita rancang Tenayan bukan untuk sepuluh tahun, tapi sampai 100 tahun ke depan. Tapi, efek dari pertumbuhan ekonomi yang terjadi sampai tahun ke empat ini sudah demikian pesat. Silahkan dinilailah seperti apa. Silahkan ditanya pada masyarakat di Tenayan apa efek dari pembukaan kawasan tersebut," ujarnya.

"Kita harapkan bukan saja masyarakat Tenayan yang mendapatkan pesan positif tersebut, namun juga kawasan satelit di sekitar Pekanbaru seperti Pelalawan, Siak juga Kampar," ungkap dia optimis.(*)

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com