Kamis, 17 Januari 2019
Follow:
Home
Komnas HAM Akan Umumkan Tim Pemantau Kasus Novel Baswedan
Jumat, 09/03/2018 - 08:33:24 WIB
  Novel Baswedan
 

JAKARTA- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk tim khusus yang bertugas untuk memantau kasus penyerangan air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.

Pembentukan tim ini nantinya akan diumumkan pada Jumat (9/3) siang.

"Kami bentuk tim tersebut, akan kami umumkan hari ini," ujar Komisioner Komnas HAM, Muhammad Chairul Anam, Jumat (9/3).

Pembentukan tim ini berdasarkan hasil rekomendasi dari sidang paripurna Komnas HAM sebagai mekanisme pengambilan keputusan tertinggi yang telah diselenggarakan pada bulan Februari 2018 kemarin.

Selain itu, Choirul mengatakan tim ini akan diisi enam orang yang terdiri dari unsur internal Komnas HAM serta unsur tokoh masyarakat.

Dari unsur Komnas HAM sendiri, anggota tim ini diisi oleh Ketua Komnas HAM, A. Taufan Damanik, Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sandrayati Moniaga, Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian, M. Choirul Anam.

Sedangkan dari unsur tokoh masyarakat diisi oleh Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, Romo Magnis Suseno, Ahli Hukum Bivitri Susanti, dan pendiri Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.

"Timnya itu semua, dari unsur internal (Komnas HAM) dan dari tokoh masyarakat," kata Choirul.

Meski begitu, Choirul enggan untuk menjelaskan lebih lanjut soal tujuan pembentukan dan tugas utama tim ini hingga jumpa pers dilakukan pada pukul 14.00 WIB hari ini di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat.

Penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 lalu belum menemui titik terang hingga kini.

Berita acara pemeriksaan pun diketahui hanya berjumlah tiga lembar. Dari lembar tersebut diketahui jika Novel hanya memberikan keterangan singkat soal kronologi peristiwa penyiraman air keras terhadap dirinya.

Sejumlah pihak seperti lembaga swadaya masyarakat hingga keluarga Novel meminta Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Novel secara pribadi turut berharap Jokowi selaku Kepala Pemerintahan membuat TGPF.

Novel menilai pembentukan TGPF merupakan bukti nyata perhatian Jokowi terhadap dirinya dan penuntasan kasus ini sebab kepolisian tak kunjung berhasil mengungkap pelaku penyerangan dalam penyelidikan 10 bulan terakhir.  (cnn)

 
Berita Terbaru >>
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
Tim Penasehat Hukum Mentahkan Dakwaan JPU, Agus Salim Harus Bebas Demi Hukum
Piala Adipura ke 4, Hadiah Manis untuk Syamsuar Sebelum Dilantik Sebagai Riau I
Rumah Tenun Kampung Bandar, Penghasil Kain Tenun Riau Sejak 2012
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com