Rabu, 19 Desember 2018
Follow:
Home
Komnas HAM Akan Umumkan Tim Pemantau Kasus Novel Baswedan
Jumat, 09/03/2018 - 08:33:24 WIB
  Novel Baswedan
 

JAKARTA- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk tim khusus yang bertugas untuk memantau kasus penyerangan air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.

Pembentukan tim ini nantinya akan diumumkan pada Jumat (9/3) siang.

"Kami bentuk tim tersebut, akan kami umumkan hari ini," ujar Komisioner Komnas HAM, Muhammad Chairul Anam, Jumat (9/3).

Pembentukan tim ini berdasarkan hasil rekomendasi dari sidang paripurna Komnas HAM sebagai mekanisme pengambilan keputusan tertinggi yang telah diselenggarakan pada bulan Februari 2018 kemarin.

Selain itu, Choirul mengatakan tim ini akan diisi enam orang yang terdiri dari unsur internal Komnas HAM serta unsur tokoh masyarakat.

Dari unsur Komnas HAM sendiri, anggota tim ini diisi oleh Ketua Komnas HAM, A. Taufan Damanik, Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sandrayati Moniaga, Komisioner Komnas HAM Bidang Pengkajian dan Penelitian, M. Choirul Anam.

Sedangkan dari unsur tokoh masyarakat diisi oleh Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, Romo Magnis Suseno, Ahli Hukum Bivitri Susanti, dan pendiri Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid.

"Timnya itu semua, dari unsur internal (Komnas HAM) dan dari tokoh masyarakat," kata Choirul.

Meski begitu, Choirul enggan untuk menjelaskan lebih lanjut soal tujuan pembentukan dan tugas utama tim ini hingga jumpa pers dilakukan pada pukul 14.00 WIB hari ini di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat.

Penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi pada 11 April 2017 lalu belum menemui titik terang hingga kini.

Berita acara pemeriksaan pun diketahui hanya berjumlah tiga lembar. Dari lembar tersebut diketahui jika Novel hanya memberikan keterangan singkat soal kronologi peristiwa penyiraman air keras terhadap dirinya.

Sejumlah pihak seperti lembaga swadaya masyarakat hingga keluarga Novel meminta Presiden Joko Widodo segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Novel secara pribadi turut berharap Jokowi selaku Kepala Pemerintahan membuat TGPF.

Novel menilai pembentukan TGPF merupakan bukti nyata perhatian Jokowi terhadap dirinya dan penuntasan kasus ini sebab kepolisian tak kunjung berhasil mengungkap pelaku penyerangan dalam penyelidikan 10 bulan terakhir.  (cnn)

 
Berita Terbaru >>
Korupsi, 3 Dokter RSUD Arifin Achmad Didakwa Pasal Berlapis
Polri Percepat Pemberkasan Tersangka Perusak Baliho Partai Demokrat
Tanggapi Sikap PSI, Hidayat Nur Wahid: Bung Karno Poligami, Terus Menolak Apa?
Amril Ajak Kades Profesional Kelola Keuangan Desa
Dituduh Nepotisme, Menantu Presiden Iran Mundur dari Jabatan
Terkait Kosmetik Ilegal Via Vallen dan Nella Kharisma Diperiksa Polisi
Goldman Sachs Klaim Dikelabui Pemerintah Malaysia Soal 1MDB
Lantik 11 Kades, Amril: Tugas Kepala Desa Sangat Berat
Bupati Non Aktif Lampung Selatan Dijatuhi Empat Dakwaan
Dana Bantuan Pendidikan S1 Pemkab dalam Proses Transfer
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com