Rabu, 27 Maret 2019
Follow:
Home
Terkait Suap Garuda, Suami Dian Sastro Mangkir Pemeriksaan KPK
Selasa, 27/03/2018 - 21:50:24 WIB
 
 

JAKARTA- Suami aktris Dian Sastrowardoyo, Maulana Indraguna Sutowo mangkir dalam pemeriksaan yang telah dijadwalkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (27/3). Sampai sore ini, lembaga antirasuah belum menerima surat alasan ketidakhadiran Indra.

Sedianya Indra akan diminta keterangannya dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, pada periode 2004-2015.

"Hingga sore ini penyidik belum memperoleh konfirmasi terkait alasan ketidakhadiran saksi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Indra rencananya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Dia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi.

Saat ini putra Adiguna Sutowo itu menjabat sebagai CEO PT Mugi Rekso Abadi, menggantikan posisi Soetikno Soedarjo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di perusahaan plat merah itu.

Selain Indra, VP Network Management PT Garuda Indonesia, Tenten Wardayan juga mangkir dalam pemeriksaan KPK.

Menurut Febri, penyidik KPK telah menerima surat ketidakhadiran yang bersangkutan dan pemeriksaan akan dijadwalkan ulang.

"Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang," tutur Febri.

Saat ini, lembaga antirasuah tengah mendalami aktivitas bisnis PT Mugi Rekso Abadi terkait dengan pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia. Perusahaan tersebut dimiliki oleh Soetikno dan Adiguna Sutowo.

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno yang juga Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015. (cnn)

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com