Selasa, 19 Maret 2019
Follow:
Home
KPAI Minta KUA Aktif Cegah Pernikahan Anak
Selasa, 29/05/2018 - 08:55:42 WIB
 
 

JAKARTA-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan pencegahan perkawinan anak bukan cuma diperlukan pemahaman dari orang tua si anak. Mereka menyatakan Kantor Urusan Agama (KUA) juga berperan penting supaya hal itu tidak terulang.

"KPAI mengapresiasi KUA yang menolak, sebagai upaya pencegahan perkawinan usia anak. Namun perspektif perlindungan anak bagi hakim-halim agama juga sangat penting diperlukan terkait kepentingan terbaik anak," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor KPAI, Senin (28/5).

Seperti yang dilakukan oleh KUA Sinjai, Sulawesi Selatan, yang menolak perkawinan anak umur 12 tahun dengan pria berumur 21 tahun pada awal Mei kemarin.

KPAI juga mengimbau kepada pihak pemerintah daerah, sekolah dan masyarakat memberi pemahaman para orang tua sehingga perkawinan anak tidak terjadi lagi.

Susanto menambahkan, evaluasi terhadap pengasuhan anak harus menjadi proritas. Peran orang tua memberikan pengasuhan terbaik, memenuhi kebutuhan anak yang tidak hanya fisik tetapi juga psikologis.

"Orang tua perlu memastikan pendidikan anak akan tetap terus berlangsung dan jaminan pendampingan kesehatan menjadi prioritas orang tua," kata Susanto.

Bagi KPAI, usia perkawinan yang ideal adalah minimal 21 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Dampak dari perkawinan anak, Susanto mengatakan adalah sangat luar biasa seperti putusnya pendidikan, kemiskinan, aspek kesehatan reproduksi bagi anak, namun juga sumber daya manusia.

"Pemberitaan kasus kawin mewarnai pemberitaan dan ini menjadi perhatian bagi kita semua," kata Susanto.

Selama Mei 2017 hingga sekarang pemberitaan tentang perkawinan anak semakin marak.

Remaja laki-laki berusia 16 tahun menikah dengan seorang nenek di Sumatera Selatan, dan seorang kakek menikah dengan anak usia 17 tahun di Kolaka, Sulawesi Tenggara dan Batang, Jawa Tengah. Pernikahan remaja 12 tahun dengan seorang pria berumur 21 tahun di Sinjai Sulawesi Selatan.

Sumber: CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
Pancing Hujan, 19 Ton Garam Disemai di Langit Riau
Ustadz yang Fitnah Pemerintah Legalkan Zina Dipulangkan
Bujuk Seorang Ayah Gendong Anak Hendak Bunuh Diri, Wabup Purwakarta Panjat Tower
Dewan Rapat Tertutup dengan Perwakilan Guru Sertifikasi Pekanbaru
Farida: Biar Saya Saja yang Dipenjara, Saya tak Mampu Bayar Uang Sekolah Anak
DPRD Gelar Sidang Paripurna dengan Agenda Pidato Sambutan Gubri Periode 2019-2024
Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap LKPj Kepala Daerah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com