Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Terkait Korupsi e-KTP KPK Periksa Olly dan Azis Syamsuddin
Rabu, 06/06/2018 - 12:01:44 WIB
 
 

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP, Rabu (6/6).

Politikus PDIP itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pengusaha Made Oka Masagung.

"Dia diperiksa untuk tersangka IHP (Irvanto Hendra Pambudi) dan MOM (Made Oka Masagung)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Olly yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR saat pembahasan proyek e-KTP itu berlangsung telah berada di Gedung KPK. Ia memilih langsung masuk ke dalam lobi markas antirasuah.

Selain Olly, penyidik KPK juga memeriksa Ketua Banggar DPR Azis Syamsuddin hari ini. Politikus Golkar itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto dan Made Oka. Pemeriksaan Azis hari ini merupakan penjadwalan ulang sehari sebelumnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR itu pun telah tiba di Gedung KPK sejak pagi tadi.

Sebelumnya, Olly kembali disebut menerima uang dari proyek e-KTP dalam persidangan mantan Ketua DPR Setya Novanto. Mantan Bendahara Umum PDIP itu disebut kecipratan uang sejumlah US$500 ribu.

Namun, dalam sejumlah kesempatan Olly membantah menerima uang dari proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu.

KPK selama pekan ini bakal memanggil sejumlah anggota maupun mantan anggota DPR dalam pengusutan kasus korupsi proyek e-KTP. Mereka yang telah memenuhi panggilan penyidik KPK di antaranya Melchias Marcus Mekeng, Mirwan Amir, Agun Gunandjar Sudarsa, Khatibul Umam Wiranu.

Kemudian Miryam S Haryani, Tehuh Juwarno, Chairuman Harahap, dan Markus Nari. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto dan Made Oka.

Sementara itu Ketua DPR Bambang Soesatyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mangkir dari panggilan penyidik lembaga antirasuah. (*)

Sumber: CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com