Rabu, 19 Desember 2018
Follow:
Home
Malaysia Umumkan Penyelidikan Ulang Pembunuhan Model Cantik Mongolia
Kamis, 21/06/2018 - 17:03:06 WIB
  Altantuya Shaariibuu  

KUALA LUMPUR - Kepolisian Malaysia resmi mengumumkan dibukanya kembali penyelidikan kasus pembunuhan model cantik Mongolia, Altantuya Shaariibuu. Hal ini diumumkan setelah ayah mendiang Altantuya mengajukan laporan baru ke polisi Malaysia.

"Saya bisa mengonfirmasi kita membuka kembali penyelidikan," tegas Kepala Kepolisian Federal Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun kepada media Malaysia, The Star, Kamis (21/6/2018).

"Kami membuka kembali penyelidikan berdasarkan pada laporan polisi yang lama dan laporan baru yang diajukan di Dang Wangi ," ujar Mohamad Fuzi, merujuk pada lokasi markas Kepolisian Kuala Lumpur.

Ditambahkan Mohamad Fuzi, hasil penyelidikan nantinya akan diserahkan kepada Wakil Jaksa Umum untuk ditindaklanjuti.

Altantuya (28) tewas dibunuh di Malaysia tahun 2006 lalu. Dia diyakini ditembak mati sebelum jenazahnya diledakkan dengan peledak hingga hancur berkeping-keping di sebuah hutan dekat Subang Dam, Puncak Alam, Shah Alam.

Dua mantan polisi Malaysia bernama Sirul Azhar Umar dan Azilah Hadri divonis mati atas pembunuhan ini. Namun pertanyaan soal motif dan siapa yang memerintahkan pembunuhan Altantuya tidak pernah terjawab.

Pengumuman dibukanya kembali penyelidikan kasus Altantuya disampaikan setelah ayahnya, Dr Shaariibuu Setev, datang dari Mongolia ke Malaysia untuk mencari keadilan bagi putrinya. Selama di Malaysia, Setev bertemu Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan Jaksa Agung Tommy Thomas.

Di Malaysia, Setev juga mengajukan laporan baru ke Kepolisian Kuala Lumpur pada Rabu (20/6) siang waktu setempat, agar polisi menyelidiki kembali kasus pembunuhan putrinya. Mohamad Fuzi menyebut Setev baru selesai dimintai keterangan oleh polisi pada Kamis (21/6) waktu setempat.

Sebelum Mohamad Fuzi mengumumkan dibukanya kembali penyelidikan kasus Altantuya, baik Mahathir maupun Jaksa Agung Tommy dilaporkan sepakat bahwa penyelidikan kasus ini harus dilakukan kembali, setelah ditemukan bukti baru.

Dugaan banyak pihak menyebut Altantuya dibunuh terkait perannya sebagai penerjemah dan rekan Abdul Razak Baginda, mantan penasihat mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak, dalam perundingan pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan raksasa Prancis, DCNS tahun 2002. Pembelian kapal selam itu diduga kuat sarat penyuapan.**/Sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Korupsi, 3 Dokter RSUD Arifin Achmad Didakwa Pasal Berlapis
Polri Percepat Pemberkasan Tersangka Perusak Baliho Partai Demokrat
Tanggapi Sikap PSI, Hidayat Nur Wahid: Bung Karno Poligami, Terus Menolak Apa?
Amril Ajak Kades Profesional Kelola Keuangan Desa
Dituduh Nepotisme, Menantu Presiden Iran Mundur dari Jabatan
Terkait Kosmetik Ilegal Via Vallen dan Nella Kharisma Diperiksa Polisi
Goldman Sachs Klaim Dikelabui Pemerintah Malaysia Soal 1MDB
Lantik 11 Kades, Amril: Tugas Kepala Desa Sangat Berat
Bupati Non Aktif Lampung Selatan Dijatuhi Empat Dakwaan
Dana Bantuan Pendidikan S1 Pemkab dalam Proses Transfer
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com