Selasa, 22 Januari 2019
Follow:
Home
Ganggu Piala Dunia, Pussy Riot Dituduh Melanggar Hak Penonton
Senin, 16/07/2018 - 14:51:33 WIB
 
 

JAKARTA- Aparat berwenang di Moskow mendakwa empat anggota band punk Pussy Riot dengan tuduhan 'pelanggaran hak-hak penonton' serta 'menggunakan simbol polisi secara ilegal', Senin (16/7).

Dakwaan itu dikenakan setelah anggota kelompok itu berlari masuk ke tengah lapangan di tengah pertandingan final Piala Dunia 2018, saat Perancis bertanding melawan Kroasia, Minggu (15/7).

Kantor berita Interfax melaporkan keempat orang itu terancam hukuman hingga 11.500 rubel (sekitar Rp2,6 juta) atau 160 jam kerja pelayanan masyarakat.

Tiga pria dan seorang wanita anggota Pussy Riot mengenakan seragam polisi menghentikan pertandingan antara Perancis dan Kroasia di awal babak kedua atau menit ke-52 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia.

Gangguan di stadion berkapasitas 81 ribu tempat duduk di Moskow itu disaksikan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan tamu kehormatan yang berada di tempat duduk VIP, serta ditayangkan di seluruh dunia.

Lewat media sosialnya, Pussy Riot menyerukan reformasi di Rusia dan pengurangan kewenangan polisi. Kelompok tersebut memusuhi Putin selama bertahun-tahun dan para anggota pernah mengenyam penjara karena aksi protes mereka.

Tuntutan Pussy Riot antara lain membebaskan seluruh tahanan politik, tidak memenjarakan demonstran, mengizinkan persaingan politik di Rusia, tidak merekayasa tuduhan untuk memenjarakan orang, dan mereformasi kepolisian.

Pussy Riot merupakan band punk yang berbasis di Moskow dan didirikan pada Agustus 2011. Band tersebut didominasi wanita. Pertandingan final akhirnya dimenangkan Perancis dengan skor 4-2 dari Kroasia.


CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Wajib Pajak Curang, Perbulan Pemko Pekanbaru Rugi Ratusan Juta
Tahun ini, DPKP Pekanbaru Rancang Panggilan Cepat Smart Rescue Madani
Mulai Sore Ini Supermoon Bisa Dilihat Diseluruh Indonesia
Semua Wilayah di Pedamaran Sudah Miliki Aliran Listrik
Perusahaan di Riau Diminta Bayarkan Gaji Sesuai UMP
Meranti Berpotensi Jadi Kota Jaringan Gas
Ghibah, Sikap Buruk yang Harus Dijauhi
Kisah Masyithah, Kisah Tentang Keteguhan Hati Perempuan
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com