Rabu, 27 Maret 2019
Follow:
Home
Megawati Penghalang SBY Dukung Jokowi
Kamis, 26/07/2018 - 15:22:19 WIB
 
 

JAKARTA- Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto membeberkan isi pertemuan antara ketua umum mereka, Zulkifli Hasan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Yandri menuturkan faktor utama SBY ingin berkoalisi dengan oposisi di Pilpres 2019 karena memiliki masalah hubungan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Kata dia, SBY mengatakan Megawati tidak setuju Jokowi berkoalisi dengan Demokrat.

Mengutip pernyataan SBY, Yandri menyebut Megawati sebagai rintangan utama Demokrat mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Pak SBY sampaikan ada usaha membangun kerja sama yang baik dengan Pak Jokowi. Tetapi sampai sekarang Ibu Mega lah yang menjadi penghalang utama. Istilah Pak SBY itu handycap satu lah," ujar Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/7).

Ia mengatakan, pada intinya SBY ingin berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan PAN di Pilpres 2019 karena Demokrat tidak diterima oleh koalisi pemerintah.

"Intinya kira-kira Demokrat sudah ditutup pintunya oleh pihak Istana," ujar Yandri.

Atas penolakan itu, Yandri membeberkan SBY tetap ingin Demokrat turut berkontestasi di Pilpres 2019. Salah satu hal yang dilakukan SBY dengan berkoalisi dengan Gerindra, PKS, dan PAN.

"Pak SBY coba untuk merangkai ramuan di luar istana. Di situ jelas ada Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat," ujar Yandri.

Meski berencana berkoalisi, Yandri mengaku SBY belum menyebut siapa capres dan cawapres yang bakal didukung oleh Demokrat. Bahkan, ia mengaku SBY tidak menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cawapres jika jadi berkoalisi dengan PAN.

SBY, kata dia, hanya fokus membahas persoalan bangsa dan masalah hubungan dengan Megawati dalam pertemuan bersama Zulhas.

"Tadi malam satu kata pun yang saya dengar langsung tidak pernah Pak SBY menyebut AHY. Atau langsung menawarkan kepada PAN bagaimana kalau AHY," ujarnya.

Lebih dari itu, Yandri mengatakan pembahasan soal capres dan cawapres sedianya akan dibahas bersama pada awal Agustus 2018. PAN, kata dia, juga belum memastikan bakal mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com