Selasa, 14 08 2018
Follow:
Home
Kehalalan Menjadi Pro Kontra, Menkes Perbolehkan 'Tunda' Vaksin MR
Selasa, 07/08/2018 - 15:05:07 WIB
 
 

JAKARTA- Pelaksanaan pemberian vaksin MR atau imunisasi campak- rubella yang masih terbentur pro-kontra kehalalannya membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengambil langkah untuk memperbolehkan daerah untuk melakukan penundaan sementara.

Hal ini disampaikan Nila melalui Surat edaran tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR nomor HK.02.01/MENKES/444/2018 tanggal 6 Agustus 2018 ditujukan kepada para gubernur dan bupati di seluruh Indonesia yang dikirim pada Senin siang.

"Pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang tidak memiliki keterikatan aspek syar'i dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan teknis. Sedangkan pelaksanaan imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan atau kebolehan vaksin secara syar'i dapat menunggu sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR," kata Menteri Nila dalam surat edaran yang dikutip di Jakarta, Senin, lalu.

Dalam surat edaran tersebut, juga tertulis tentang pelaksanaan imunisasi MR fase dua.

"Memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR, agar dapat memperoleh imunisasi MR pada kesempatan berikutnya sampai akhir bulan September 2018."

Kampanye Imunisasi MR dibagi ke dalam dua fase. Fase pertama telah dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2017 di enam Provinsi di Pulau Jawa. Sedangkan fase kedua sedang berlangsung pelaksanaannya di 28 Provinsi di luar Pulau Jawa.

Imunisasi MR dilakukan dengan menyasar anak usia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun. Anak di usia ini dinggap memiliki kerentanan paling tinggi terhadap penyakit tersebut.

Meski memutuskan untuk memperbolehkan adanya penundaan sementara, namun Menkes mengingatkan dampak akibat penyakit campak dan rubella yang bisa merugikan masa depan bangsa Indonesia.

"Merupakan kewajiban pemerintah bersama masyarakat untuk melindungi anak-anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella. Kita perlu mempertimbangkan dampak penyakit campak dan rubella pada generasi penerus bangsa apabila tidak diiakukan vaksinasi MR," katanya.

CNN Indonesia

 
Berita Terbaru >>
Awal Pekan, Rupiah Terkapar Rp14.608 per Dolar AS
Pererat Silaturahmi, Fortaru Gelar Rapat dan Makan Siang Bersama
Sistem Zonasi Diberlakukan, Pekanbaru Kekurangan Sekolah
Farhat Abbas Jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf
September, Pemimpin Korsel dan Korut Akan Bertemu di Pyongyang
Terus Bertambah, Korban Gempa Lombok Capai 436 Jiwa
Sertijab Plt Sekwan DPRD Pekanbaru, Alek Kurniawan Berjanji Kerjasama Dengan Media
Jabat Kabag Keuangan, Alek Siap Jalankan Amanah
BBM Jenis Euro II Rugikan Masyarakat Puluhan Triliun per Tahun
AHY Antar Prabowo-Sandiaga Daftar ke KPU
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com