Senin, 17 Desember 2018
Follow:
Home
Peternak Ayam di Riau Terancam Bangkrut, Harga Bibit dan Pakan Melonjak
Selasa, 25/09/2018 - 14:08:45 WIB
  Foto Int
 

PEKANBARU - Peternak ayam secara mandiri di beberapa daerah Riau terancam bangkrut, disebabkan harga  bibit ayam dan pakan ternak yang melonjak. Kondisi ini sudah terjadi beberapa pekan terakhir.

Mereka mengharapkan ada solusi dari Pemerintah Daerah untuk jalan keluar persoalan yang mendera mereka. Seperti yang dirasakan Peternak Mandiri Kulim Pekanbaru Nasir.

Menurutnya, kenaikan harga untuk bibit ternak dan pakan ternak tersebut semakin mengkhawatirkan dan dapat merugikan peternak mandiri yang sebagian besar adalah peternak kecil.

"Kalau kondisi ini terus terjadi, kita terancam gulung tikar. Untuk peternak mandiri ayam ini ada sekitar 200-an se Riau yang terimbas dari kondisi ini. Diharapkan pemerintah dapat mencarikan solusi bagi kami peternak mandiri ini," ungkapnya, Selasa (25/9/2018).

Ia tidak mengetahui penyebab terjadi kenaikan bibit dan pakan ternak tersebut. Hanya saja, menurutnya dalam aturan sudah jelas disebutkan bibit dan pakan ternak tersebut memiliki persentase 50 persen untuk disalurkan ke peternak mandiri di daerah.

"Kenaikan sudah mencapai 9,5 persen. Kalau naik lagi, kita akan bangkrut. Imbasnya cukup besar, karena kami memiliki pekerja yang menggantungkan hidupnya di usaha peternakan kecil tersebut. Kalau 10 orang saja yang bekerja pada peternak mandiri, dari 200 peternak mandiri, bisa 2000 orang terancam mengganggur kalau gulung tikar," kata Nasir.

Kondisi itu juga dirasakan Peternak Pangkalan Kerinci Mujiono.  Ia menilai, dahulunya ada aturan mengenai Menteri Perdagangan nomor 27 tahun 2017 untuk acuan harga pakan ternak tersebut.

"Sebelum harga pakan ini naik, ada harga acuan. Sekarang semakin tidak jelas. Jika ini terus terjadi kami akan merugi dan gulung tikar. Kami siap untuk duduk bersama pemerintah dalam mencarikan solusi permasalahan tersebut," sambungnya.

Ia mengharapkan pemerintah dapat memihak pada peternak mandiri yang menggantungkan hidupnya pada usaha peternakan ayam. Selain itu kekhawatiran lain adalah informasi maraknya pengembangan close house atau pengembangan peternakan ayam dalam jumlah besar.

Hal ini dikhawatirkan dapat menggerus usaha peternak mandiri yang masih memiliki keterbatasan dalam pengembangan peternakannya.***/mcr

 
Berita Terbaru >>
Saiman: Ini Dendam Politik. Dedet: Bagian Mana yang Dihilangkan
Satu Korban Meninggal Dalam Longsor Sitinjau Luaik
PKS Kritik Edaran Mendagri Soal Jilbab PNS Masuk Krah Baju
Kemendagri Terbitkan Aturan Penggunaan Jilbab untuk PNS
Longsor di Sitinjau Lauik Sebabkan Tiga Mobil Terseret Material
Sungai Siak Meluap, Desa Wisata Buluh Cina Riau Dilanda Banjir
Buah Rambutan Bermanfaat untuk Kesehatan
Johannes Kotjo Divonis Dua Tahun Penjara Dalam Kasus Suap PLTU Riau-1
Wisata Religi Riau Terus Dikembangkan
Waspada, Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih akan Melanda Riau
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com