Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Ribuan Korban Banjir di Rao Pasaman Butuh Bantuan
Jumat, 12/10/2018 - 09:56:07 WIB
 
 

LUBUK SIKAPING - Kondisi Kecamatan Rao dan Rao Selatan yang diterjang banjir dari Selasa (9/10) hingga Kamis (11/10) memprihatinkan. Ribuan masyarakat dibiarkan begitu saja.

Jangankan bantuan, banjir yang benar-benar melumpuhkan aktifitas dan beberapa fasilitas umum itu dianggap pejabat pemerintah hanya banjir biasa. Buktinya, sudah tiga hari, Bupati Pasaman Yusuf Lubis baru turun ke lokasi. Padahal, masyarakat sudah meraung kehabisan bahan pokok untuk dimasak.

Saat disambangin awak media, korban banjir di Nagari Lubuk Layang, dan beberapa daerah lainnya di Kecamatan Rao Selatan tersenyum sumbringah. Di tengah genangan banjir, mereka memeluk bahkan berebut bersalaman menyambut kedatangan beberapa awak media yang turun ke lokasi. Seperti menyambut sekelompok pahlawan, mereka menumpangkan harapan dan derita bahkan berkeluh kesah.

“Sudah tiga hari kami diterjang banjir pak. Belum ada bantuan oleh pemerintah. Jangankan bantuan, batang hidung pemimpin di Pasaman saja tak terlihat,” kata Marni (38) salah seorang warga Nagari Lubuak Layang, Kecamatan Rao Selatan.

Saat ini khusus di Nagari Lubuak Layang, warga membutuhkan bantuan beras hingga lauk pauk.

“Hingga saat ini warga terdampak banjir berada di 8 kejorongan yang ada di Lubuk Layang belum mendapat bantuan. BPBD Pasaman juga belum ada turun ke kantor Nagari Lubuk Layang,” kata Walinagari Lubuk Layang, Ermin.

Menurut Ermin, di nagari yang ia pimpin, terdapat 590 unit rumah yang terendam banjir. Penduduknya mencapai 2.000 jiwa.

“Banjir melanda di saat kami lengah. Tengah tidur pulas pada Selasa (9/10) malam penduduk dikejutkan dengan banjir. Beras dan padi serta sembako akhirnya tak terselamatkan,” kata Ermin.

“Kita sangat berharap bantuan beras dan lauk pauk atau makanan ringan untuk korban banjir. Saat ini mereka makan seadanya saja, selain itu aktifitas masyarakat juga terhenti,”

Parahnya lagi, di nagari ini terdapat dua kejorongan yang terisoliasi banjir. Jorong Kubu dan Jorong Tanjung Beriang. Bahkan, informasi adanya masyarakat yang terisolir ini baru diketahui oleh pejabat pemerintah yang baru datang saat awak media usai menyambangi masyarakat.

Di lokasi lain, seratusan warga Koto Panjang, Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan yang masih terisolir terpaksa membuat rakit dari pohon pisang. Mereka bahu membahu menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat banyak.

Sebelum membuat perahu karet, diakui warga permintaan masyarakat atas perahu karet kepada BPBD Pasaman tidak terwujud. Karena kata Kepala BPBD Pasaman, Masfet Kenedu, perahu yang stand by di kantor BPBP dalam keadaan rusak.**/Sgl

 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com