Minggu, 21 Juli 2019
Follow:
Home
Kaus Kaki Berusia 1.700 Tahun Ditemukan di Mesir
Sabtu, 13/10/2018 - 17:28:05 WIB
 
 

MESIR - Sebuah kaus kaki peninggalan Mesir kuno berusia sekitar 1.700 tahun ditemukan dalam sebuah penggalian di tempat pembuangan sampah di Kota Antinooupolis, Mesir. Sekarang kaus kaki itu berada di tangan para peneliti di British Museum of London.

Tampilan kaus kaki tersebut mirip seperti yang ditemui sekarang. Dibuat dari benang wol warna-warni dari tahun 300 sebelum masehi. Dipercaya, kaus kaki ini punya seorang anak kecil.

Berdasarkan bentuk dan melihat dari gaya busana orang Mesir kuno, kala itu kaus kaki dipadukan dengan sandal. Buktinya, bagian ibu jari dibuat lebih besar dan terpisah dari empat jari lainnya.

Kaus kaki ini pertamakalinya ditemukan pada penggalian tahun 1913-1914. Memakai bantuan teknologi baru, para peneliti akhirnya dapat mengurai sejarah kaus kaki kecil tersebut.

Para peneliti mempublikasikan temuan mereka di PLOS One, menggunakan multispektral imaging (MSI), teknik yang memindai artefak dan mendeteksi sedikit warna, untuk menganalisis kaus kaki. MSI memungkinkan tim untuk menemukan bahwa kaus kaki bergaris warna-warni itu diciptakan hanya menggunakan tiga pewarna: merah, biru dan kuning.

Karena kaus kaki hanya dibuat dengan beberapa pewarna, para ilmuwan dapat menentukan seberapa inovatif orang Mesir kuno dengan sumber daya dan proses penenunan yang langka.

"Sebelumnya, Anda harus mengambil sepotong kecil materi, dari berbagai area," Dr. Joanne Dyer, seorang ilmuwan di British Museum dan penulis utama dari penelitian PLOS One, melaporkan.

"Dan kaus kaki ini dari 300 A.D. Kaus kaki itu kecil, rapuh, dan Anda harus menghancurkan bagian dari objek ini secara fisik. Sedangkan dengan pencitraan [multispektral] dan teknik lainnya, Anda memiliki indikasi awal yang sangat baik tentang apa yang bisa terjadi," lanjutnya.

Bahkan menurut Dr. Joanne, penemuan kaus kaki bisa memperlihatkan keadaan ekonomi, perdagangan, akses sumber daya, yang semuanya tercermin dari apa yang masyarakat pakai dan bagaimana mereka membuat benda-benda tersebut.**walipop

 
Berita Terbaru >>
Satu Orang Komisioner Bawaslu Inhu Terancam Dipecat
Bunga Bangkai Ditemukan Warga Palupuh Agam di Pinggang Bukit
Hari Ini 17 Titik Panas Kembali Muncul di Riau
Belasan Rumah Hangus Terbakar di Pasar Umbut Kelapa Inhil
Duh, Komedian Nunung Sampai Berhutang Demi Narkoba
Kota Pekanbaru Raih Dua Penghargaan dari Kemen PPPA
Cegah DBD, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan
Penganiaya Balita yang Makamnya Dibongkar untuk Autopsi Ternyata Ibu Kandung
ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital
FW-KLA Diharap Mampu Bersinergi dengan Pemerintah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com