Jum'at, 18 Januari 2019
Follow:
Home
Berkunjung ke Madain Saleh, Kota Kaum Tsamud yang Diazab Allah
Rabu, 12/12/2018 - 11:12:27 WIB
 
 

MADAIN Saleh, mungkin kita jarang mendengar istilah tersebut. Tapi umat Islam akan ingat kisah azab yang diberikan oleh Allah SWT terhadap kaum atau bangsa Tsamud yang ingkar terhadap ajaran Nabi Saleh sebagaimana diceritakan dalam kitab suci Al-Quran.

Firman Allah Ta'ala: "Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal." "Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang berbuat dosa itu." Surat
(Surat Al-A'raf ayat 83 dan 84).

Saat ini Madain Saleh menjadi sebuah situs arkeologi yang terletak di wilayah Hijaz, Provinsi Madinah, Arab Saudi. Tempat ini dahulu adalah kota yang begitu hidup seiring dengan ramainya jalur rempah kuno yang memainkan peran penting dalam membangun kerajaan yang hidup dari perniagaan ini.

Madain Saleh sebelumnya dikenal dengan sebutan Al-Hijr (bukit berbatu), atau Hegra dalam bahasa Yunani,  karena lokasinya memang merupakan bukit berbatu. Sebutan ini berlangsung hingga abad ke-14 atau tahun 1336 Masehi, hingga seorang wisatawan dari Andalusia (sekarang Spanyol) mengganti namanya menjadi Madain Saleh atau kota Saleh. Nama Saleh diambil dari nama Nabi Saleh AS.

Di sini kita bisa menyaksikan sendiri peninggalan-peninggalan kaum Tsamud tersebut, yang dalam Al-Quran diceritakan tentang kaum yang ingkar terhadap ajaran Nabi Saleh hingga akhirnya mendapatkan azab dari Allah SWT.

Madain Saleh merupakan gugusan bebatuan pasir dengan bentuk mengesankan. Terdiri dari bukit-bukit pasir beragam warna, dari merah, kuning hingga putih. Bukit-bukit dipahat menjadi bentuk rumah-rumah dengan arsitektur mirip peninggalan Yunani dan Romawi kuno. Total ditemukan 132 pahatan-pahatan di bukit-bukit yang digunakan untuk berbagai fungsi, seperti rumah, tempat pemujaan, serta makam.

Pada tahun 2008, UNESCO memutuskan Madain Saleh sebagai situs warisan dunia. Kawasan seluas kurang lebih 4.000 hektar ini merupakan situs warisan dunia pertama di Arab Saudi.

Ahli pahat batu dan perdagangan

Bangsa Tsamud dikenal sebagai arsitek dan pedagang yang hebat pada masanya. Gunung-gunung mereka pahat lalu dijadikan sebagai tempat tinggal. Al-Quran banyak sekali mengulas tentang hancurnya kaum Tsamud lantaran tidak mau mengikuti ajaran Nabi Saleh untuk beriman kepada Allah SWT. Seperti umat nabi-nabi sebelumnya yakni Nabi Nuh, Nabi Musa dan Nabi Ad, umat Nabi Saleh yang ingkar kepada Tuhan juga mendapatkan Azab berupa petir yang menyambar hingga meluluhlantakkan peradaban kaum Tsamud. Semua penduduknya mati dan bangunan-bangunan hancur berkeping-keping, menyisakan sedikit bangunan-bangunan rumah pahatan di bebukitan yang hingga saat ini bisa disaksikan.

Firman Allah dalam Al-Quran: "Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud," (QS. Hud: 67-68).

Kaum Tsamud pada ribuan tahun yang lampau telah mendirikan sebuah kerajaan bersama bangsa arab yang lain, yaitu Nabataeans. Hasil karya dua kaum inilah saat ini ditemukan hasil arsitektur kuno berupa Lembah Petra di Jordania. Di sana dapat dilihat berbagai contoh karya pahat batu yang terbaik dari kaum ini. Al-Quran pun telah menyebutkan bahwa kaum ini ahli pahat dan ukir batu-batu besar.

"Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan," (QS al-A'raf: 74).

Hasil studi pakar arkeologi dan sejarah juga berhasil mengungkapkan keberadaan kaum Tsamud, yakni di antara Yaman Selatan dan 440 km arah utara kota Madinah, Arab Saudi, yang disebut dengan nama Madain Saleh. Dalam Al-Quran disebutkan, kaum Tsamud biasa membuat rumah atau bangunan sesuai dengan gaya hidup mereka. Sumber-sumber sejarah menyebut, kaum Tsamud benar-benar ada, bukan cuma dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran. ***/zie/int





 
Berita Terbaru >>
Tetap Awet Muda, Ini Rahasia Ira Koesno si Pemandu Debat Capres
Berbeda Pendapat Sebuah Kewajaran, Tapi Tetap Ada Adabnya
Kejati Pimpin Serah Terima Tiga Kejari di Riau
Luhut Binsar Panjaitan Panen Raya dan Bagikan Sertifikat di Siak
Vanessa Angel Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Prostitusi Online
Aris 'Idol' Ditangkap Karena Penyalahgunaan Narkoba
Kunjungi Siak, Menko Kemaritiman Puji Sikap Patriot Sultan Syarif Kasim II
Pemko Pekanbaru Kembali Agendakan Relokasi PKL Teratai
Mandeh Run 2019 di Surga Wisata Tersembunyi
Dinas PUPR Dumai Hentikan Proyek Tanpa Izin
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com