Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Pola Hidup Sehat Kunci Kesehatan Rasulullah SAW
Minggu, 15/12/2018 - 20:55:32 WIB
 
 

POLA hidup dan pola makan Rasulullah SAW menjadi kunci sehat junjungan umat Islam ini. Dengan pola yang beliau lakukan, Rasulullah SAW sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit. Kepintaran beliau memilih menu makanan dan mengatur pola hidup membuat Nabi Muhammad SAW selalu sehat dan segar.

Lalu apa saja pola hidup dan pola makan Rasulullah SAW tersebut? Ternyata sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa pun juga.

* Pertama: menghirup udara segar saat subuh.

Ternyata berdasarkan penelitian, udara pagi kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain. Ini berpengaruh terhadap vitalitas seseorang saat menjalankan aktifitasnya selama sehari penuh. Bisa dibuktikan, jika kita malas bangun saat subuh atau pagi hari, tubuh pun menjadi malas untuk beraktifitas.

* Menggosok gigi dengan siwak.

* Habis shalat Subuh, Rasulullah minum segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli.

Berdasarkan penelitian, khasiatnya juga luar biasa. Bahkan dalam Al-Qur`an, kata “syifa” atau kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu befungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

4. Masuk Dluha, Rasulullah makan tujuh butir kurma matang.

Beliau bersabda: “Barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun.”

Ini terbukti ketika seorang wanita yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma.

Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti bahwa kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma disaat kehamilannya. Sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.

Rasulullah saat berbuka puasa meminum segelas susu dan makan korma, kemudian shalat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu suadah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

5. Menjelang sore Rasulullah makan roti dicampur minyak zaitun.

Minyak zaitun dikonsumsi dengan makanan pokok, seperti roti. Manfaatnya, mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan memperlancar pencernaan.Juga berfungsi untuk menncegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

* Malam hari, Rasulullah makan sayur-sayuran.

Beberapa riwayat mengatakan, beliau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut, yaitu sayur-sayuran yang memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi, asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi.

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi ya kira-kira seperti bubur ayam. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

Rasulullah juga berhenti makan sebelum terlalu kenyang. Ini juga kunci kesehatan yang luar biasa. Sabda Rasulullah: “cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya.”

Ketika seseorang terlalu banyak makan maka lambungnya akan penuh dan pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi tidak prima dan aktifitas tidak akan maksimal.

Rasulullah juga tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal.

Ternyata begitu mudahnya cara Rasulullah SAW menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sehingga beliau hampir tak pernah sakit. Sebuah pola yang sederhana dan bisa dilakukan siapa saja. Nah, sekarang tinggal niat kita, apakah mau sehat dengan cara sederhana? Ayo, ikut pola hidup dan pola makan junjungan kita, Rasulullah SAW.***/zie/int

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com