Minggu, 21 Juli 2019
Follow:
Home
Azharrudin: Memang Benar Tak Satu pun Visi Misi Gubri Terpilih Diakomodir di RAPBD
Senin, 17/12/2018 - 14:01:05 WIB
  Dr.Azharrudin
 

PEKANBARU - Dr Azharrudin, Koordinator Tim Transisi yang menjadi jembatan antara Gubernur Riau terpilih, Syamsuar, dengan tim TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Prov Riau, membenarkan jika tak satu pun visi misi Gubernur Riau terpilih yang diakomodir dalam RAPBD Riau 2019, yang saat ini sudah diajukan ke Mendagri.

"Memang benar tidak satu pun yang diakomodir, padahal kami hanya mengusulkan 17 item saja, ini kan aneh," ujar Azharrudin.

Menurut Azharrudin, dalam usulan sesuai visi misi itu ada janji politik yang harus dipenuhi Syamsuar jika sudah dilantik sebagai Gubernur Riau. Janji politik ini tentu akan dituntut masyarakat, yang mengharapkan ada perobahan dalam kehidupan mereka, dengan adanya kepemimpinan Riau yang baru.

"Misalnya, soal sekolah gratis itu, bagimana bisa pak Syamsuar memenuhinya jika dananya tidak diakomodir dalam APBD 2019," ujar Azharrudin.

Azharrudin tidak tahu persis dimana usulan tersebut hilangnya, karena saampai saat terakhir pihaknya berkoordinasi dengan tim TAPD, semua usulan tersebut masuk. Bahkan dalam lampiran surat Plt. Gubernur Riau ke DPRD tertanggal 13 Oktober 2018, usulan tersebut masih masuk.

"Ini aneh saja. Tiba-tiba hilang. Padahal usulan tim transisi itu tidak ada menambah pagu anggaran di RAPBD Riau 2019, kita hanya menggeser, mana program yang masih bisa digeser, kita geser. Atau mana program yang penting tapi nilainya rendah, kita tambahkan, tujuannya hanya untuk kepentingan rakyat," kata Azharrudin.

Menurut Azharrudin, beberapa usulan tim transisi yang tidak diakomodir, selain sekolah gratis antara lain, pembangunan Water Front City di Kabupaten Kuansing. Padahal nilainya hanya Rp1,2 miliar. Jika proyek ini jadi, yang akan merasakan langsung manfaatnya adalah masyarakat Kuansing dan sekitarnya.

"Waterfront City ini merupakan konsep pengembangan daerah tepian sungai untuk menata agar banjir besar bisa diatasi. Apa tidak kasihan melihat rakyat Riau yang tiap tahun dikepung banjir besar," kata Azharrudin.

Kemudian yang tidak diakomodir lagi adalah operasi dan pemeliharaan daerah irigasi rawa. Sebenarnya kata Azharrudin, proyek ini sudah ada diusulkan pemerintah propinsi Riau saat ini, hanya saja angkanya kecil, sekitar Rp10 miliar. Tim Transisi menaikan angka ini menjadi Rp25 Miliar, karena proyek ini penting untuk meningkatkan hasil pertanian rakyat.

Salah satu manfaatnya kata Azharrudin, untuk menaikan rasio hasil panen padi. Misalnya, untuk sawah tadah hujan yang hanya bisa panen sekali setahun karena menunggu musim hujan, bisa menjadi dua kali dalam satu tahun, jika ada irigasi ini.  Artinya, masyarakat bisa lebih sejahtera lagi.

Menurut Azharrudin, hanya tiga bidang saja yang diusulkan oleh tim transisi dan ini menyangkut kepentingan rakyat, yakni bidang pendidikan, kesehatan dan PU/PR dan itu pun tidak ada yang diakomodir. "Tentu saya kecewa sekali, 3 point saja tidak bisa diakomodir. Bagaimana pula Pak Syamsuar bisa mulai bekerja begitu dilantik, jika programnya tidak diakomodir, ini sama juga bohong," ujar Azharrudin.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Riau yang pernah duduk sebagai Ketua PHRI Riau 4 periode, Indra b Syukur menyatakan, kasus tidak diakomodirnya program Gubri terpilih di RAPBD ini memperlihatkan tidak dewasanya para pemimpin, termasuk wakil rakyat yang duduk di DPRD Riau. Masih terkotak-kotak, demi kepentingan kelompok atau diri dan bukan atas nama kepentingan rakyat.

"Ini membuktikan belum dewasa dalam berpolitik. Apa gunanya Pak Syam dilantik jika tidak bisa mulai bekerja, kan sebagai Gubri dia harus mulai bekerja dari janji politiknya kepada rakyat. Mereka memilih karena program Pak Syam dianggap berpihak pada rakyat. memang bisa dilakukan, tapi nanti, tentu di APBD perubahan. Lalu satu tahun ini pak Syam harus melakukan apa? Duduk saja? " kata Indra B Syukur.

Sebagai warga Riau yang berpuluh tahun menyaksikan kehidupan rakyat Riau, menurut Indra, persoalan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur memang menjadi hal yang sangat dibutuhkan masyarakat Riau. bahkan untuk insfrastruktur, masih banyak daerah yang belum tersentuh pembangunan. Ada pun jalan tapi masih tanah, berlumpur dan jika hari hujan jadi kubangan.

Demikian juga soal kesehatan, di negeri yang kaya akan hasil Migas ini, jika sakit parah dan tidak bisa ditangani di Puskesmas, masyarakat dua kali menderita, karena mereka masih harus dirujuk ke Pekanbaru. Sementara APBD Riau itu besar, memungkinkan untuk membangun RSUD Tipe B di daerah.

"Ini soal niat baik. Tak ada niat baik pemerintah dan wakil rakyat untuk mensejahterakan rakyat," kata Indra.

Indra menyebut peran wakil rakyat, karena menurutnya wakil rakyatlah yang bisa bersuara kepada pemerintah, bukan rakyat langsung. Jika memang wakil rakyat di DPRD Riau peduli dan bersuara untuk rakyat, tentu tidak akan ada persoalan-persoalan seperti di atas.

"Wakil rakyat itu mana? Kapan mereka memperjuangkan rakyat? Ingat lho, mereka digaji dengan uang rakyat," ujar Indra.

Sebelumnya terjadi tolak menolak antara TAPD Riau dan DPRD Riau soal tidak diakomodirnya visi misi Gubri terpilih di RAPBD 2019. Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi menyatakan bahwa usulan tersebut sudah diberikan kepada DPRD Riau.

"Tugas kita adalah membahas dan mengusulkan ke Banggar resmi, termasuk usulan tim transisi, ada semuanya lengkap, sudah ke banggar. Kalau perlu kita bongkar semua faktanya. Ada semua di dokumen ini, kita serahkan lengkap ke Dewan, ada infrastruktur, kesehatan dan pendidikan usulan tim transisi. Satu dokumen lengkap," kata Hijazi.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman balik mempertanyakan, usulan mana yang tidak diakomodir. Pihaknya baru mengetahui soal usulan Tim Transisi yang tidak masuk justru dari media sosial. Noviwaldy juga menjelaskan, yang dibahas sudah sesuai dengan yang diajukan TAPD Pemrov Riau.***/zie















 
Berita Terbaru >>
Satu Orang Komisioner Bawaslu Inhu Terancam Dipecat
Bunga Bangkai Ditemukan Warga Palupuh Agam di Pinggang Bukit
Hari Ini 17 Titik Panas Kembali Muncul di Riau
Belasan Rumah Hangus Terbakar di Pasar Umbut Kelapa Inhil
Duh, Komedian Nunung Sampai Berhutang Demi Narkoba
Kota Pekanbaru Raih Dua Penghargaan dari Kemen PPPA
Cegah DBD, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Lingkungan
Penganiaya Balita yang Makamnya Dibongkar untuk Autopsi Ternyata Ibu Kandung
ASITA Riau Tolak Program Umroh Digital
FW-KLA Diharap Mampu Bersinergi dengan Pemerintah
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com