Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
Home
Aydin Anwar, Perempuan yang Suarakan Penderitaan Muslim Uighur China
Kamis, 20/12/2018 - 15:40:26 WIB
 
 

XINJIANG - Beberapa tahun terakhir, Pemerintah China memberlakukan peraturan yang memberatkan muslim di kawasan otonomi Xinjiang. Warga muslim etnis Uighur dilarang beribadah bahkan mengucapkan kata Tuhan.

Pada abad ke-20, etnis Uighur pernah mendeklarasikan diri sebagai negara kesatuan bernama East Turkestan atau Turki Timur. Namun, wilayah ini kemudian diseret menjadi kekuasaan penuh China pada tahun 1949.

Meski disebut sebagai kawasan otonomi, muslim Uighur tetap mengalami perlakuan yang tidak adil bahkan kejam. Kebanyakan dari mereka 'dipenjara' dan harus melakukan kerja paksa di tempat yang disebut 'camp'.

Tak banyak media yang mengangkat nasib mereka. Hal itu yang mendorong seorang wanita etnis Uighur yang kini tinggal di Amerika, Aydin Anwar untuk menyuarakannya. Hijabers itu kerap mengangkat permasalahan muslim Uighur dengan berbagai cara, baik itu melalui video atau gerakan-gerakan sosial.

Melalui sebuah video yang tayang di Now This News, Aydin Anwar mengungkap kejamnya perlakuan pemerintah China di penjara muslim Uighur. Mereka disiksa dengan ular, kursi 'tiger', hingga meningggal.

"Orang-orang dikirim ke camp ini atas alasan yang berbeda-beda. Bisa karena mengontak saudara di luar negeri, atau punya saudara di luar negeri, atau berhubungan dengan keagamaan seperti puasa dan mengucap kata-kata Tuhan saat berbicara. Alasan tersebut dinilai cukup untuk menjebloskan mereka ke camp ini. Kemudian sekitar ribuan orang dipindahkan dari camp ini ke penjara," ungkap Aydin dilansir dari video Now This News.

Lulusan Duke University di Durham, New York ini sudah menyuarakan penderitaan muslim Uighur sejak ia kecil. Aydin kecil pernah ikut demonstrasi bersama ayahnya Anwar Yusuf Turani di depan kantor kedutaan China di Amerika.

Kepeduliaannya terhadap saudaranya di Xinjiang terus melekat hingga ia SMA dan kuliah di Duke University. Ia pernah terbang ke Turki untuk mewawancarai etnis Uighur yang mengungsi ke sana.

Tahun 2017, Aydin juga menggalang dana untuk muslim Uighur yang mengungsi dan ditahan di Mesir. Ia mengumpulkan dana melalui GoFundMe untuk mendistribusikan makanan dan dukungan lainnya untuk muslim Uighur di sana.

Meski perubahan itu terasa sulit dilakukan, tujuan Aydin adalah meningkatkan kesadaran orang-orang di dunia terhadap apa yang terjadi pada muslim Uighur. Menurut Aydin, banyak media yang tutup mulut karena memiliki hubungan yang erat dengan pemerintah China.***/walipop


 
Berita Terbaru >>
Makin Berat, Fredrich Yunadi Divonis MA 7,5 Tahun Penjara
KI dan Fitra Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Informasi Berbasis Teknologi
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas
Ada KPK Gadungan Coba Peras Keluarga Penyuap Romi
Upaya Padamkan Api, Water Bombing Sisiri Kawasan Karhutla di Riau
Kasus Duel Siswa dan Kepsek SMAN 2 Rakit Kulim Inhu Berakhir Damai
Waduh, 86 Hotspot Kepung Riau Hari Ini
Bantu Dana Pendidikan Daerah Tertinggal, Komunitas Anak Ceria Galang Dana di CFD
FPI Bantu Masyarakat Koto Aman yang Menunggu Nasib di Bawah Fly Over
Tertarik Cangkang Sawit, Pengusaha Jepang Temui Gubri
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com