Kamis, 27 Juni 2019
Follow:
Home
Mewakili Indonesia, Dewi Martina Ikut Program SENS 2019 di Thailand
Jumat, 11/01/2019 - 18:46:17 WIB
 
 

PEKANBARU - Dewi Martina Msi, salah seorang Dosen Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), lolos seleksi untuk mengikuti program kegiatan short course yang diadakan oleh SENS (School of English for Engaged Social Service) di Thailand. Dewi adalah dosen Program Studi Hubungan Masyarakat UMRI.

School of English for Engaged Social Service (SENS) 2019 merupakan program kemanusiaan dengan misi social engagement, terutama dengan menjalin hubungan baik dengan latar belakang yang berbeda-beda baik dari asal negara, profesi, budaya dan agama. Program ini mengusung tema “Interfaith Understanding towards Peace dan Sustainability”.

Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari berbagai Negara, diantaranya China, India, Pakistan, Thailand, Pakistan, Prancis dan Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama 3 bulan di Kota Wongsanit Ashram, Provinsi Nakhon Nayok, Thailand terhitung sejak tanggal 6 Januari hingga 3 April 2019 mendatang.

Dewi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan apa yang pernah ia lakukan sebelumnya. Dimana Ia terlibat aktif sebagai relawan di Akademi Berbagi (AKBER) Provinsi Riau, konsep AKBER itu memiliki misi sosial berbagai ilmu kepada siapa saja dengan cara gratis.

Selain itu, sebelumnya Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sudah merencanakan program ini di Indonesia untuk bekerjasama dengan SENS, sehingga sinergitas gerakan sosial kemanusiaan berjalan terus hingga pada level Internasional.

"Dengan mengikuti short course ini hendaknya membawa dampak positif bagi diri saya sendiri dan UMRI, terlebih bagi keluarga besar Muhammadiyah. Kabarnya, pada tahun 2020 kegiatan ini akan diselenggarakan kembali dimana Indonesia akan menjadi tuan rumahnya," ujar Dewi, Jumat (11/01/2019).

Dia menceritakan, kegiatan ini bermula dari hubungan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan lembaga Institute for Transformative Learning of the International Network of Engaged Buddhists (INEB). UMS dalam hal ini diwakili oleh Ibu Yayah Khisbiyah, Ph.D yang telah melakukan komunikasi sebelumnya dengan Direktur SENS yakni Mr. Teodhore Mayer.

"Informasi ini kemudian disebar keseluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Se-Indonesia. Singkatnya, saya langsung menangkap informasi itu dan ikut mendaftarkan diri," ujar Dewi yang menjabat selaku Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Riau ini.
 
Lanjutnya, selama seminggu masa pendaftaran akhir, terdapat 6 orang dosen UMRI yang mendaftar yang kemudian mengikuti tes wawancara via Skype dari pihak SENS itu sendiri. "hasil akhirnya, saya sendiri yang lolos seleksi dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang berkesempatan berangkat ke Thailand untuk mengikuti program tersebut," ujar Dewi.***/mcr

 
Berita Terbaru >>
Ragam Kegiatan Warnai Sempena Hari Jadi Kota Pekanbaru Ke- 235
Seorang Kakek di Kuansing Nyaris Tewas Diterkaman Buaya
Satgas Karhutla Mulai Antisipasi Kemunculan Hotspot di Riau
Putusan Sengketa Perselisihan Hasil Pemilu Pilpres akan Dibacakan 27 Juni
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com