Kamis, 17 Oktober 2019
Follow:
Home
Hypatia, Perempuan Cerdas yang Dibunuh Karena Melakukan Penelitian
Sabtu, 13/04/2019 - 22:55:45 WIB
 
 

TERSEBUTLAH di masa lalu, ada seorang perempuan cerdas yang mengalami nasib malang hanya karena melakukan penelitian ilmiah. Dia bernama Hypatia, lahir pada tahun 355, putri tercantik dari Theon, seorang pustakawan Alexandria.

Theon terkenal sebagai seorang sarjana yang telah menghasilkan risalah mengenai geometri dan musik. Namun, Hypatia ternyata lebih unggul dari ayahnya dalam segala hal. Ia memiliki pengetahuan lengkap, mulai dari ilmu astronomi, matematika, filfasat. 

Beberapa karya yang berhasil dihasilkan Hypatia adalah Tanggapan atas Aritmatika Diofantus, Tanggapan atas Konik Apollonius, juga sebuah edisi dari buku ketiga naskah yang ditulis ayahnya sendiri untuk menjelaskan Almagest Ptolemeus. 

Sayang sekali, hanya sedikit dari tulisan-tulisan tersebut yang masih ada; karya-karya Hypatia habis dimusnahkan oleh orang-orang yang iri dengan kecermelangannya.

Hypatia juga seorang pengajar yang penuh pengabdian. Ia membuka kelas-kelas untuk satu kelompok murid pemula; ajaran Neoplatonisme -cara pikir Hypatia sangat dipengaruhi oleh Plato dan Plotinus- yang dianutnya membangkitkan kembali pelajaran geometri. 

Ketika musim panas 415, segerombolan massa yang terdiri dari para biarawan fanatik, dipimpin seseorang bernama Petrus murid Sirilius, uskup Alexandria yang disegani, menangkap Hypatia saat memberi kuliah. 

Hypatia dituduh sebagai penyihir. Sempat melawan dan berteriak, tapi tak seorang pun berani menolongnya. Para biarawan tersebut menyeretnya ke gereja Cessario dan memukulinya dengan genteng.

Biji matanya dicongkel dan dipotong lidahnya. Tak berhenti sampai di situ, jenazah Hypatia diseret ke tempat bernama Cinarus dan dimutilasi. 

Para biarawan itu mengeluarkan organ-organ dalamnya, tulang-belulangnya, dan membakar sisa-sisa bagian tubuhnya di atas api unggun.

“Niat mereka semata-mata ingin memusnahkan secara total segala yang dilambangkan oleh Hypatia,” tulis Fernando Baez dalam bukunya tentang Hypatia, perempuan pertama dalam sejarah yang dibunuh karena melakukan penelitian ilmiah.**/natgeographic







 
Berita Terbaru >>
SKK Migas Chevron & UIR Bangun Migas Center Pertama di Riau
Gandeng UIR dan Ade Hartati, FJPI Riau Gelar Dialog Bedah RUU KUHP
Jonwir: Partai Final Digelar Jum'at Depan
Pererat Silaturahmi, IKA SMPN 12/14 Pekanbaru Taja Pertandingan Volly Antar Kelas
HUT ke -12, IKTS Kukuhkan Ketua Umum serta Pengurus
Prada Deri Pemutilasi Kekasih Menangis Dengar Vonis Seumur Hidup dan Dipecat dari TNI
Akibat Kabut Asap Penetbangan di Bandra SSK II Pekanbaru Belum Normal
FJPI Riau Gelar Aksi Sosial Peduli Asap dengan Membagikan 4000 Masker
FJPI Riau Gelar Aksi Sosial Peduli Asap dengan Nembagikan 4000 Masker
Pemuda Masjid Muawwanah Gelar Pawai Obor dan Jalan Sehat
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com