Senin, 24 Juni 2019
Follow:
Home
Bertuah Akshara Symphony, Wadah Berhimpun Generasi Muda Pencinta Marching Band
Minggu, 14/04/2019 - 14:48:20 WIB
 
 

PEKANBARU - Bertuah Akshara Symphony (BAS), merupakan salah satu wadah tempat berhimpunnya sejumlah insan marching band yang duduk di sekolah lanjutan dan perguruan tinggi di Pekanbaru, Riau.

BAS merupakan sebuah nama yang didalamnya menyiratkan makna “Anak-anak Bumi Bertuah yang tidak akan pernah padam untuk berkarya”, berdiri pada tanggal 2 Pebruari 2019 dan tentunya sebuah usia yang sangat belia sekali.

BAS bernaung dibawah asuhan Indonesia Marching Arts Association (IMAA), dengan demikian baik secara langsung maupun tidak langsung BAS termasuk ke dalam Perencanaan Kerja (Work Plan) dan Perencanaan Strategis (Strategic Plan) IMAA.

"Ini tidak hanya belajar tentang marching band atau musik, IMAA tidak mendidik dan mengarahkan apalagi memaksa para pemain untuk menjadi pemusik, karena masing-masing individu memiliki visi, cita-cita dan talentanya sendiri. Ini adalah adalah belajar tentang pelajaran-pelajaran kehidupan melalui marching band/musik," kata IF Setya Putra, Chief of IMAA Governing Board di Pekanbaru.

Belajar untuk memulai dari titik nol, menurut Indra adalah belajar untuk memimpin dan dipimpin serta mengetahui bahwa satu individu merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar, belajar memahami bahwa tidak ada jalan pintas dan instan, dan meyaki bahwa didalam situasi apapun pasti ada cara dan jalan terbaik.

Tiga hal lainnya yang juga diterapkan oleh IMAA kepada para pemain atau anggota BAS adalah belajar untuk menutup telinga dan mulut dalam artian positif, belajar untuk tidak mengeluh, eksplorasi dan lakukan yang terbaik yang ada pada diri masing-masing pemain serta buktikan. Maka proses akan berjalan dan memberikan jawabannya (output).

"BAS melalui IMAA memulai langkah kecil dan permulaan. Langkah kecil yang diyakini akan menjadi sebuah perjalanan besar, bukan langkah kecil untuk terhenti dititik berikutnya. Membuat Program Pengembangan Berkesinambungan (Continuous Development Program) yang diantaranya adalah membangun komunikasi dan memperluas hubungan kemitraan dengan berbagai pihak," ujarnya.

Perhatian dan peluang juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Pendidikan, baik berupa tempat untuk melakukan fund rising maupun tempat untuk latihan.

Melalui komunikasi dan kemitraan yang dibangun IMAA dengan Himpunan Tjinta Teman (HTT) Cabang Pekanbaru, juga telah menambah jenis peralatan musik yang dimiliki yaitu “Tambur”. Demikian juga komunikasi dan kemitraan dengan Julang Marching Yogyakarta, sehingga saat ini BAS telah mempunyai satu seksi peralatan “Battery” untuk dua puluh orang pemain, yaitu enam set Snare Drum, lima set Bass Drum, tiga set Quintom dan Cymbal serta lima belas set Carrier Airframe.

Dalam beberapa waktu ke depan kata Indra, akan dilanjutkan komunikasi tahap kedua dengan beberapa pihak lainnya, untuk memaksimalkan peluang pengadaan beberapa peralatan perkusi tradisional, front line tradisional dan moderen, alat musik tiup serta properti color guard.

"Kedepannya BAS tetap dengan proyeksi sesuai dengan salah satu misi dan objektif yang telah digariskan oleh IMAA, menjadi satuan unit yang terdiri dari gabungan tiga unsur alat musik, yaitu alat musik moderen, tradisional dan tentunya alat musik dari barang-barang bekas seperti galon air, ember cat, pipa plastik, drum, dan lain-lain. Karena dari sinilah awal dari kreatifitas BAS bermula," ujar Indra.***/rilis

 
Berita Terbaru >>
Aturan Penetapan Jalur Zonasi PPDB 2019 Direvisi Menteri Pendidikan
Ternyata Rokok Elektrik Bisa Rusak Sel Pelapis Pembuluh Darah
Indonesia Ikut Suarakan Penanggulangan Sampah Plastik
Jengkol Paling Enak Ada di Sumatera Barat
PPDB SMA Sederajat di Riau akan Dimulai Awal Bulan Juli
Pemerintah Putuskan Harga Tiket Pesawat Rute Domestik Turun
Hilang di Sungai Lakar Siak, Mayat Wartoyo Ditemukan Dalam Perut Buaya
Sejoli Pemilik Satu Kilo Sabu dan Ribuan Ekstasi Ditangkap BNN di Rumbai Pekanbaru
Diusir Dari Kebun Warga di Inhu, Empat Gajah Liar Mulai Dekati Tesso Nilo
Pria Paro Baya Hilang di Sungai Lakar Siak yang Dihuni Buaya
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com