Senin, 16 Desember 2019
Follow:
Home
Menikmati Wisata Perut Bumi di Labuan Bajo
Minggu, 14/04/2019 - 15:36:32 WIB
 
 

LABUANBAJO - Selama ini Labuan Bajo merupakan lokasi wisata yang terkenal dengan pantainya, keindahan pemandangan bawah lautnya dan gugusan pulau-pulau kecil yang mengelilinginya.

Ternyata selain itu, di Labuan Bajo juga ada objek wisata lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya, Gua Batu Cermin.

Menjelang masuk, dekat penjualan tiket, terdapat sebuah gapura kecil yang terbuat dari kayu bertuliskan 'Welcome Batu Cermin'. Gapura itu menjadi tanda pintu masuk menuju ke arah Gua Batu Cermin.

Dari sini kita berjalan kaki kurang lebih sekitar 250 meter menuju lokasi. Sepanjang jalan telah dilapisi con block sehingga nyaman bagi para pengunjung. Di sisi kanan kirinya masih terdapat kebun bambu sehingga suasana terasa teduh.

Pengunjung juga bisa melihat beberapa kera ekor panjang yang berkeliaran dengan bebas di area tersebut dan monyet-monyet ini tidak mengganggu para pengunjung.

Kemjudian kita akan sampai di depan sebuah bukit batu yang lumayan tinggi, tempat pintu masuk. Ada sebuah anak tangga yang terbuat dari semen, yang akan memudahkan pengunjung untuk menuju ke pintu masuk gua. Anak tangga itu dibuat di antara celah batu-batuan gua.

Menurut cerita, jutaan tahun lalu Gua Batu Cermin ini berada di dasar laut. Akibat aktivitas gempa bumi yang terjadi wilayah itu akhirnya membuat gua menjadi naik ke atas dan kini posisinya lebih tinggi dari pantai.

Dulu juga ada seorang arkeolog yang juga pastor asal Belanda bernama Theodore Verhoven yang melakukan penelitian dan diketahui bahwa ada sejumlah fosil yang membuktikan bahwa dulunya gua itu berada di bawah laut.

Di sejumlah bagian dinding gua, terdiri dari batuan karang. Hal itu, menjadi salah satu tanda bahwa Gua Bati Cermin dulunya sempat berada di bawah laut.

Setelah menaiki tangga,kita masuk ke dalam sebuah lorong.  Di dekat pintu masuk lorong, terdapat sejumlah helm yang memang dipersiapkan bagi para pengunjung. Fungsinya untuk menjaga kepala agar terlindungi dari batuan stalaktit.

Selain memakai helm, pengunjung juga diminta untuk menghidupkan lampu flash dari handphone. Tujuannya untuk membantu penerangan selama menyusuri bagian dalam gua.

Baru masuk beberapa langkah ke dalam lorong, kita harus berjalan merunduk bahkan berjongkok menghindari batuan stalaktit.

Usai berjuang menyusuri lorong dengan berjalan jongkok, kita tiba di sebuah ruangan yang cukup besar. Karena luasnya terbilang besar, maka ruangan itu disebut sebagai ruang utama. Ada satu hal yang menarik di ruangan tersebut, yakni fosil penyu yang terletak di langit-langit gua.

Jika diamati seksama, fosil tersebut memang sangat mirip dengan seekor penyu. Mulai dari cangkang, hingga kepala penyu, cukup nampak jelas dalam fosil tersebut.

Masuk ke dalam kita juga akan menemukan fosil-fosil aneka terumbu karang. Jika disorot dengan lampu senter atau lampu flash handphone, fosil aneka terumbu karang itupun dapat terlihat lebih jelas.

Setelah kembali melewati lorong sempit,kita akan tiba di sebuah lorong yang ukurannya lebih luas. Dari lorong inilah, nama gua tersebut diambil.

Jika kita berdiri di lorong atau celah tebing tersebut, sinar matahari yang berasal dari celah batuan di atas bisa langsung masuk ke area tersebut. Alhasil, tanpa bantuan pencahayaan pun, ruangan tersebut terlihat terang akibat pantulan sinar matahari.

Sejumlah anggota rombongan pun bergantian mengambil foto di lorong tersebut. Dan benar saja, hanya dengan pantulan sinar matahari saja, gambar yang diambil melalui kamera handphone menghasilkan sebuah foto yang terang, layaknya foto yang diambil dengan bantuan flash kamera.

Menariknhya lagi, biasanya, jika tengah berada di dalam sebuah gua, jika kita mengeluarkan suara keras pasti akan bergema ke segala penjuru. Namun, hal itu tidak terjadi di Gua Batu Cermin. Hal ini disebabkan batuan di Gua Batu Cermin merupakan batu karang sehingga tidak menghasilkan gema suara.***/CNNIndonesia


 
Berita Terbaru >>
FPK Riau Hadirkan Parade Bhineka Tunggal Ika Hari Ini
Melihat Budaya Minum Teh di Berbagai Negara di Dunia
Masih 35 Tahun, Sanna Marin Sudah Jadi PM Finlandia
Tol Jakarta-Cikampek II Dibuka untuk Umum Mulai Hari Ini
Teknik Menggoreng Ikan Agar Tidak Meletup
Teknik Investigasi Ilmiah Mencari Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan
Inilah Doa Keteguhan Hati Agar Tetap Dalam Islam
Penyelundupan 1.182 Burung ke Jakarta Digagalkan Bea Cukai Lampung Selatan
Hati-Hati Jaga Anak Gadis, Mahasiswi UIN Ini Tewas Dibunuh Karena Hamil
Toni Ann Singh dari Jamaika Dinobatkan Sebagai Miss World 2019
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com