Kamis, 17 Oktober 2019
Follow:
Home
Kenduri Seni Rakyat Riau 2019
'Air Janggi - Meniti Langkah' Ceritakan Rusaknya Lingkungan Sungai di Riau
Rabu, 24/07/2019 - 19:48:06 WIB
  Para penari unjuk kebolehan di Kenduri Seni Rakyat Riau 2019.  


KLIKRIAU.COM, PEKANBARU - Karya baru koreografer Iwan Irawan berjudul "Air Janggi - Meniti Langkah"  merupakan tarian yang unik atau tak lazim dilakukan oleh koreografer lainnya. Pasalnya, ini pertama kali bentuk pergelaran tari yang berlawanan dengan sebuah musik.

"Karya ini sudah saya buat pertama kali pada tahun 2013 enam tahun silam, atas dasar dialog bersama Prof DR Yusmar Yusuf dan tampil sudah 13 kali," kata Ketua Sanggar Laksemana, SPN Iwan Irawan, yang dijumpai di Kenduri Seni Rakyat Riau 2019, Taman Budaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau, Rabu siang (24/7).

Menurutnya, walaupun sudah tampil sebanyak 13 kali, karya ini tetap melakukan perbaikan-perbaikan  agar penampilan mencapai puncak yang lebih baik lagi. 

Terkait penggarapan karya ini, kata Iwan, diangkat dari sebuah issu tentang sungai. Dimana Provinsi Riau dikenal dengan peradaban masyarakat sungai terbesar, seperti di Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Siak Sri Indrapura.

"Kalau kita lihat dari kacamata terbuka, sungai yang dulu begitu indah, kini sangat memperhatinkan. Dulunya sungai berfungai untuk kehidupan masyarakat, tapi kini tidak lagi. Sebab, sungai-sungai yang ada sudah tercemar oleh sampah dan limbah pabrik perusahaan," jelasnya sembari menyebutkan, bahwa sungai Siak yang terdalam di Indonesia kini tidak lagi bisa dimasuki kapal besar.

Dia menambahkan, penampilan tarian ini bersumber dari garapan tari Zapin, karena masyarakat pesisir seperti Siak, Bengkalis berciri khas seni tari Zapin. Penampilan ini juga terbilang berdurasi cukup panjang. Namun oleh panitia Kenduri Seni Rakyat Riau 2019, menyediakan waktu hanya 30 menit dengan iringan musik Rino Depati.

"Alhamdulillah, antusias penonton begitu tinggi. Apa lagi saat diskusi, banyak pendapat dan saran yang dilontarkan untuk sebuah perubahan dan perbaikkan," paparnya.

Dia memaparkan, sinopsis "Air Janggi Meniti Langkah" adalah kesabaran yang diharuskan, dari fenomena badan air, sungai taksik selatan dan laut yang terus mengalir sampai henti menyelusuri Zona Aquatika, mengeksplorasi kekuatan tubuh manusia dalam tekanan gelombang kehidupan.

"Saya sangat berharap sekali, melalui diskusi masukan dan saran ini, akan menjadikan penompang penampilan yang lebih baik lagi," tutupnya.(win)

 
Berita Terbaru >>
SKK Migas Chevron & UIR Bangun Migas Center Pertama di Riau
Gandeng UIR dan Ade Hartati, FJPI Riau Gelar Dialog Bedah RUU KUHP
Jonwir: Partai Final Digelar Jum'at Depan
Pererat Silaturahmi, IKA SMPN 12/14 Pekanbaru Taja Pertandingan Volly Antar Kelas
HUT ke -12, IKTS Kukuhkan Ketua Umum serta Pengurus
Prada Deri Pemutilasi Kekasih Menangis Dengar Vonis Seumur Hidup dan Dipecat dari TNI
Akibat Kabut Asap Penetbangan di Bandra SSK II Pekanbaru Belum Normal
FJPI Riau Gelar Aksi Sosial Peduli Asap dengan Membagikan 4000 Masker
FJPI Riau Gelar Aksi Sosial Peduli Asap dengan Nembagikan 4000 Masker
Pemuda Masjid Muawwanah Gelar Pawai Obor dan Jalan Sehat
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com