Rabu, 26 Februari 2020
Follow:
Home
Ada 'Kapal Hantu' di Jepang Isinya Tengkorak Manusia
Senin, 30/12/2019 - 07:30:01 WIB
 
 

TOKYO - Sebuah misteri dan sebuah teka teki. Pasalnya, beberapa tahun belakangan ini, Jepang diselimuti kasus 'kapal hantu, yang terhempas di pantai dan isinya jenazah manusia. Juga ada tengkorak.

Seperti diberitakan BBC, Senin (30/12/2019), baru-baru ini kapal yang disebut 'kapal hantu' kembali terhempas ke pesisir pantai di Pulau Sado, sebelah barat laut dari daratan utama Jepang. Kapal itu hanya tersisa setengah bagiannya. Dalam kapal itu ada sisa-sisa jasad manusia dan ada dua tengkorak manusia.

Di salah satu bagian sisi kapal terlihat huruf dalam bahasa Korea. Kepolisian Jepang pun segera turun tangan untuk mengecek kapal tersebut.

Media-media di Jepang berspekulasi, 'kapal hantu' tersebut berasal dari Korea Utara. Bisa jadi orang-orang Korea Utara yang mencoba melarikan diri tapi sayang dihempas badai atau gelombang tinggi di tengah laut.

Namun beberapa pengamat menilai, bisa jadi itu kapal nelayan orang Korea Utara yang tersapu badai. Meski bikin heboh, aktivitas wisata di Pulau Sado tetap berlangsung normal.

Tahun 2017, kejadian serupa juga terjadi di Jepang. Suatu kapal terdampar di Yurihonjo, tepatnya di bagian utara Jepang.

Namun kala itu, beberapa kru masih hidup sedangkan beberapa lainnya sudah meninggal dunia. Orang-orang di kapalnya pun ternyata adalah orang-orang Korea Utara.

Pemerintah Jepang turun tangan dan menangani masalah tersebut. Disinyalir, mereka adalah orang-orang Korea Utara yang mau melarikan diri dari negaranya dan melipir ke Korea Selatan.

Memang banyak orang-orang Korea Utara yang kabur ke Korea Selatan. Oleh pemerintah Korea Selatan, mereka akan diberikan kehidupan yang layak.

Akan tetapi, nyatanya orang-orang Korea Utara itu ingin dikembalikan ke negaranya. Mereka pun mengaku tidak mau kabur dari negaranya, hanya mau pergi melaut dan kapalnya terhempas badai.

Antara Korea Utara dan Jepang memang terbentang Laut Jepang. Lautannya juga langganan gelombang besar dan badai. Apalagi, kapal-kapal yang terhempas sampai bagian barat dan utara Jepang (setelah melewati Laut Jepang) terlihat begitu sederhana. Bahkan, tidak ada alat GPS-nya.

Tak sedikit pula kapal-kapal nelayan yang ditemukan di pesisir Jepang merupakan kapal tradisional yang tidak kuat menerjang ganasnya Laut Jepang.

Sejak tahun 2017, sudah 40 nelayan dari Korea Utara yang diselamatkan dari kapal yang terombang-ambing di pesisir Jepang. Sementara itu, sudah puluhan jenazah ditemukan dan kebanyakan hanya tinggal tulang belulang dan tengkorak.

Nelayan dari Korea Utara ditargetkan mencari banyak hasil ikan oleh pemerintahnya. Sehingga, harus berlayar jauh sampai ke Laut Jepang dan Samudera Pasifik. Tanpa dibekali peralatan memadai. Dan mereka pun berakhir di atas 'kapal hantu'.***

Sumber: detik.com

 
Berita Terbaru >>
Pengurus JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan
Terharu Dibezuk HT, Sarah Calon Hafizoh Doakan HT Jadi Bupati Pelalawan
Warga Dua Desa di Teluk Meranti Satu Suara Menangkan HT
Kenang Jasa-jasa Kadispar Riau, Tiga Ruangan Pertemuan Bertukar Nama
Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Berpesan Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali
Kapolda Riau Lepas Peserta Lomba lari Fun Run di Kota Dumai
HT Minta Tidak Ada Pihak yang Intimidasi Warga dan Tim
Diduga Camat Kongkalikong, Honor RT/RW 2 Bulan Tak Dibayar
Terus Mengembangkan Sayap, 10 Wartawati Nyatakan Gabung di FJPI
Bersama Warga dan Partai Gerindra Husni Tamrin Perbaiki Jalan Desa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com