Minggu, 20 Juni 2021
Follow:
Home
RAPP Ajak Masyarakat Desa Lukit Tanam Pohon Kehidupan
Kamis, 19/02/2015 - 18:14:45 WIB
  Masyarakat desa Lukit foto bersama di RGE Technology Centre (RTC) didampingi Stakeholder Relations (SHR) Manager, Wan Mohd. Jakh Anza, SHR Head Kepulauan Meranti, Samanhadi Arifin, serta Corporate Visit Coordina  
PANGKALAN KERINCI - Komitmen Perusahaan pulp dan kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) terhadap keberadaan tanaman kehidupan yang berada di sekitar wilayah opersional perusahaan semakin ditingkatkan. Dalam kesempatan kali ini, PT RAPP mengajak masyarakat di Desa Lukit, untuk dapat ikut serta dalam menanam tanaman kehidupan di wilayah mereka.

Sebanyak 12 masyarakat dari Desa Lukit, Kecamatan Merbau mengikuti tur guna melihat langsung penerapan tanaman kehidupan selama dua hari di Pelalawan. Pada hari pertama, peserta diajak untuk melihat bagaimana produksi kertas di PT RAPP dan apa saja produk yang dihasilkan di Exhibition Center, RGE Technology Centre (RTC), di Komplek PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Selasa (17/2).

Usai berkeliling, Stakeholder Relations (SHR) Manager, Wan Mohd. Jakh Anza dan SHR Head Kepulauan Meranti, Samanhadi Arifin, berdiskusi bersama masyarakat tersebut agar mengenal lebih dalam kegiatan operasional PT RAPP. Sementara pada hari kedua, Rabu (18/2) mereka diajak langsung turun ke lapangan di Teluk Meranti untuk melihat tanaman kehidupan pohon karet.

Dalam kesempatan ini, tampak antusiasme ditunjukkan masyarakat saat melakukan tanya jawab. Wan Jakh pun menerima segala masukan yang dikemukakan terkait masalah yang ada di lapangan. Salah seorang peserta, M. Mufit menyatakan kesulitan dalam mencari informasi mengenai beasiswa pendidikan yang diselenggarakan baik oleh Tanoto Foundation dan PT RAPP sendiri. Dia pun meminta agar PT RAPP semakin gencar melakukan sosialisasi beasiswa di wilayah Desa Lukit.

"Saya ingin tahu lebih jauh mengenai informasi beasiswa yang ada di PT RAPP. Beasiswanya apa saja dan bagaimana cara mendapatkannya karena akan sangat bermanfaat bagi anak saya," ujarnya.

Mufit juga mengatakan bantuan-bantuan lainnya yang diberikan oleh PT RAPP sangat bermanfaat bagi pembangunan Desa Lukit dan perekonomian masyarakat desa. "Bantuan PT RAPP itu membantu. Ada gotong royong Desa Lukit, Beasiswa SMA dan pembagian buku untuk perpustakaan di Desa Lukit. Sudah banyak lah," ujarnya.

Peserta lainnya, Ali, mengaku kunjungannya yang pertama ke PT RAPP ini telah merubah persepsi dan informasi yang dia miliki sebelumnya. Dia mengatakan sebelumnya informasi yang dia peroleh tentang PT RAPP cenderung negatif karena sebagian persepsi yang muncul, perusahaan kertas dan pulp terbesar di Indonesia ini selalu memiliki isu yang berkaitan dengan konflik lahan dan penebangan hutan.
 
"Sebelumnya, saya selalu dengar dari media-media kalau PT RAPP itu perusahaan ‘raksasa’. Kalau raksasa secara filosofis yang ada dibenak saya itu seperti menghancurkan yang kecil-kecil seperti masyarakat. Tapi setelah berkunjung ke sini (PT RAPP.red), saya tahu kalau isu yang dibangun itu tidak benar dan ketidakbenaran itu sendiri di Desa Lukit sudah mulai hilang karena program-program PT RAPP yang sudah terealisasi di tempat kami," ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan akan meneruskan dan meluruskan informasi yang dia peroleh selama mengikuti tur di PT RAPP kepada masyarakat tempat dia tinggal. “Sebelumnya ada isu juga dari sisi sosial bahwa kehadiran PT RAPP ini merugikan dan memecah masyarakat. Saya harus bisa menjelaskan ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Ungkapan antusias juga disampaikan Feiran (39). Dia mengaku sangat kagum dengan pendiri PT RAPP, Sukanto Tanoto yang telah berhasil membangun pabrik besar di Riau. Feiran pun mengatakan ingin mencontoh teladan Sukanto yang pantang menyerah.

"Alhamdulillah, kunjungan ini sangat menarik dan memberikan pandangan ke saya sendiri. Saya ingin mengenal seperti apa PT RAPP dan grupnya. Dan juga level ilmu yang dimiliki Pak Sukanto waktu memulai usahanya ini dari tingkat lokal hingga global. Saya sebetulnya ingin lebih jauh mengenal Pak Sukanto seperti apa sehingga dia sampai bisa punya perusahaan besar ini," ujarnya.

Dia pun berharap PT RAPP bisa membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Desa Lukit dengan menularkan ilmu yang pernah diterapkan oleh Sukanto Tanoto.

"Kita ingin ilmu yang digunakan untuk mengembangkan perusahaan PT RAPP ini masuk ke desa kami. Kami ingin agar PT RAPP bisa membantu pemuda-pemudi yang ada di desa. Misalnya anak yang putus sekolah itu bagaimana caranya bisa membuka usaha yang mandiri. Kita juga berharap perusahaan bisa memberikan pembinaan terhadap pengusaha lokal agar kelak bisa bekerja sama dengan PT RAPP sehingga usaha lokal bisa turut berkembang," jelasnya.

SHR Head Kepulauan Meranti, Samanhadi, menerangkan kunjungan masyarakat Desa Lukit ini dalam rangka mengajak masyarakat bisa turut membantu menanam tanaman kehidupan.

"Jadi masyarakat Lukit ini merupakan karyawan mitra kerja yang kita siapkan untuk bisa melaksanakan tanaman kehidupan di Desa Lukit. Hari Rabu (18/2) kita ajak turun langsung ke lapangan di Teluk Meranti untuk melihat bagaimana PT RAPP menanam tanaman kehidupan, khususnya karet," terangnya.*klik-relis

 

 
Berita Terbaru >>
Support Atlet SOIna ke Rusia, Gubernur Riau Ikut Main Floorball
Menuju KLA Utama, Wawako Pekanbaru Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid
FH UIR dan DPD RI Bahas Pokok-pokok Haluan Negara dan Amandemen Terbatas UUD 1945
Gubernur Sumut Bersembang ke Rumah Quran Milik UAS
Kemhan RI Siap Dukung Food Estate di Riau
Gelar Donor Darah, PMI Tenayan Raya Kulim Kumpulkan 115 Kantong Darah
125 Warga Divaksin di Bus Vaksinasi Keliling Kel Rejosari Tenayan Raya
Tiga Atlet Dan Dua Pengurus NPC Riau Ikuti Wisata Vaksin
Pemkab Bengkalis Bersama Kantor Karantina Pertanian Pekanbaru Galakkan Tanam Talas
UPZ UIR Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 41 Mahasiswa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com