Minggu, 09 08 2020
Follow:
Home
Satu Porsi Cheeseburger Bisa Picu Diabetes
Rabu, 25/01/2017 - 16:01:55 WIB
 
 

JAKARTA - Kabar buruk buat penikmat jajanan berlemak. Hanya satu porsi makanan berlemak seperti burger keju dan kentang goreng cukup sudah bisa mengubah metabolisme tubuh serta memicu perubahan yang berhubungan dengan penyakit lever dan diabetes.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa mengonsumsi satu kali makanan kaya lemak itu dapat mengurangi sensitivitas insulin dan segera menaikkan lemak darah yang berhubungan dengan penyakit jantung.

Tubuh yang sehat dan fit dapat memulihkan diri setelah makan burger, ayam goreng atau pizza itu. Kerusakan permanen tampaknya terjadi ketika kesenangan makan makanan berlemak ini dilakukan berulang kali.

Hal itu dibuktikan dalam sebuah penelitian. Para periset di German diabetes Center di Dusseldorf memberi pria sehat usia 20 sampai 40 tahun minuman minyak sawit rasa vanila atau air putih. Minuman minyak sawit itu mengandung lemak jenuh setara dengan delapan potong pizza pepperoni atau burger keju regular dengan kentang goreng porsi besar.

Uji-uji tersebut membuktikan mengonsumsi minyak sawit menghasilkan peningkatan segera akumulasi lemak dan mengurangi sensitivitas insulin, hormon vital yang mengatur gula darah.

Hal itu pun meningkatkan kadar trigliserida, jenis lemak yang berhubungan dengan penyakit jantung, mengubah fungsi lever dan menyebabkan perubahan aktivitas gen yang berhubungan dengan penyakit perlemakan hati.

Sekali santap makanan berlemak akan cukup mendatangkan resistensi insulin sementara dan merusak metabolisme hati. Demikian tulis tim peneliti itu di Journal of Clinical Investigation.

"Kami menduga orang-orang yang sehat mampu mengompensasi dengan cukup kelebihan asupan asam lemak jenuh. Tetapi paparan berulang dan terus menerus asam lemak tak sehat itu bakal menyebabkan resistensi insulin kronis, serta penyakit perlemakan hati non alkohol (NAFLD atau non-alchoholic fatty liver disease)," tulis tim peneliti tersebut.

Minyak sawit ditemukan mengurangi sensitivitas insulin sampai 25 persen di seluruh tubuh. Sementara mekanisme yang mendatangkan gula dari makanan non karbohidrat menjadi 70 persen lebih aktif.

Kadar glukagon, hormon yang menghentikan gula darah turun pun meningkat. Efek serupa pun terlihat pada tikus-tikus yang diberi minyak sawit yang sama.

Emily Burns, manajer komunikasi riset di diabetes UK merekomendasikan kita untuk mengikuti pola makan seimbang sementara riset selanjutnya dilaksanakan.

"Kami tahu bahwa makan terlalu banyak lemak jenuh mungkin berhubungan dengan resistensi insulin dan studi ini memberi kita wawasan apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh kita," katanya.

"Studi ini menyimpulkan bahwa lemak memiliki dampak terhadap hati dan kita perlu hati-hati mengartikan hasil studi ini. Riset ini tidak melibatkan wanita dan tidak membandingkan efek lemak jenuh dengan makanan lain seperti protein atau lemak tak jenuh," tambahnya.**/Sumber: Kompas.Com

 
Berita Terbaru >>
Komunitas Siap 86 'Berburu Kupon' Untuk Dhuafa dan Anak Yatim
Pengurus Masjid Al Mukminin Siapkan Kerangkeng Penumbangan Sapi
Fatahillah: Semua Stake Holder Harus Berkolaborasi Cegah Dampak Negatif Gawai Terhadap Anak
Ketua MPR Dorong Stimulus Industri Pers Segera Dieksekusi
Doni Monardo: Perkantoran Harus Taati Pembagian Kerja 2 Shift
Atasi Krisis Ganda Asap dan Covid-19 Karhutla Harus Dicegah
Idul Adha 1441 H, Penyembelihan Hewan Qurban di DPRD Riau Meningkat
PDI Perjuangan Diminta Hati-hati Tetapkan Cakada di Daerah
Puncak Perayaan HPI Riau Ditandai dengan Bincang Sastra dan Baca Puisi Lintas Generasi.
Makacha, Usaha Bakery Rumahan Mak Acha yang Ingin Mendunia
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com