Minggu, 20 Juni 2021
Follow:
Home
Jalan Akasia Rusak Berat
Pemerintah Pelalawan Dapat Sindiran Pedas
Minggu, 07/05/2017 - 13:15:21 WIB
  Kondisi Jalan Akasia Ujung yang mengalami rusak berat.(f/ist)  
PELALAWAN (Klikriau.com) - Pemerintah Kabupaten Pelalawan mendapat sindiran pedas dari masyarakat Kecamatan Pangkalan Kerinci, bagaimana tidak, sebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan, masyarakat merasa daerah tersebut tidak mendapat perhatian.

Sindiran pedas tersebut disampaikan masyarakat Pangkalan Kerinci dalam memperbaiki jalan rusak yang ada di ujung jalan Akasia atau simpang jalan Lintas Timur, dimana di jalan yang diperbaiki tersebut dituliskan "PU = Pekerjaan Umat".

Tulisan itu merupakan bentuk protes masyarakat karena pemerintah sama sekali tidak memperhatikan fasilitas umum yakni jalan. Menurut keterangan masyarakat, jalan Akasia ujung tersebut sudah lama rusak dan tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah, padahal jalan itu adalah tempat perlintasan masyarakat.

"Sebetulnya tidak perlu ada yang melaporkan kerusakan jalan itu kepada pemerintah, bahkan setiap hari ada ratusan pejabat yang melintas di jalan yang rusak ini, tapi perhatian untuk memperbaikinya saja tidak ada," ungkap Atan kepada Klikriau.com.

Dikatakannya, sebagai Ibukota Kabupaten Pelalawan, pemerintah seharusnya memberikan perhatian lebih, sebab Kecamatan Pangkalan Kerinci merupakan wajah dari Kabupaten dengan julukan 'Negeri Amanah' itu.

Lebih lanjut, Atan mengatakan perhatian pemerintah terhadap pembangunan di Kecamatan Pangkalan Kerinci sudah lama hilang, terlebih sejak Bupati HM Harris menjabat sejak tahun 2011 lalu.

"Perkembangan Kecamatan Pangkalan Kerinci hanya ada pada zaman Bupati Tengku Azmun. Kita bisa lihat, pembangunan di Pangkalan Kerinci sejak Bupati HM Harris sama sekali tidak ada, jangankan jalan, drainase saja hingga saat ini hanya sebatas janji-janji, ini yang membuat kita sangat miris," keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Syahril yang juga salah seorang warga Pangkalan Kerinci mengeluhkan, dengan anggaran yang begitu besar, seharusnya perkembangan sebuah daerah sangat pesat, namun berbeda dengan kejadian di Kabupaten Pelalawan yang memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih Rp 1,5 triliun.

"Kita menilai pemerintah saat ini tidak berjalan dengan baik, program yang ada hanya sebatas wacana, salah satu contoh adalah Pelalawan Lancar, Program ini bisa dikatakan jalan di tempat," ungkap pria yang tinggal di Jalan Pemda itu.

Sindiran pedas yang ditujukan kepada pemerintah Kabupaten Pelalawan juga disampaikan masyarakat di media Sosial (Medsos) Facebook, dimana salah seorang nitizen mengatakan 'Selamat menikmati jalan berlubang, meski tak senikmat lubang berjalan'.(Fadhly)

 
Berita Terbaru >>
Support Atlet SOIna ke Rusia, Gubernur Riau Ikut Main Floorball
Menuju KLA Utama, Wawako Pekanbaru Ikuti Verifikasi Lapangan Hybrid
FH UIR dan DPD RI Bahas Pokok-pokok Haluan Negara dan Amandemen Terbatas UUD 1945
Gubernur Sumut Bersembang ke Rumah Quran Milik UAS
Kemhan RI Siap Dukung Food Estate di Riau
Gelar Donor Darah, PMI Tenayan Raya Kulim Kumpulkan 115 Kantong Darah
125 Warga Divaksin di Bus Vaksinasi Keliling Kel Rejosari Tenayan Raya
Tiga Atlet Dan Dua Pengurus NPC Riau Ikuti Wisata Vaksin
Pemkab Bengkalis Bersama Kantor Karantina Pertanian Pekanbaru Galakkan Tanam Talas
UPZ UIR Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 41 Mahasiswa
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com