Jum'at, 16 April 2021
Follow:
Home
Menperin Resmikan Pabrik Eleokimia di Riau
Jumat, 15/09/2017 - 11:41:20 WIB
 
 
PEKANBARU - Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto meresmikan pabrik oleokimia pertama di Indonesia yang berada di Riau, dengan investasi senilai 300 juta Euro atau Rp4,77 triliun.

Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, peresmian Pabrik Sinar Mas Cepsa di Dumai tersebut diharapkan dapat mendukung investasi masuk ke Riau dalam rangka terciptanya lapangan kerja.

"Apalagi pabrik yang dibangun Sinar Mas Cepsa bahan bakunya CPO, tentu ini pengaruhnya akan dirasakan masyarakat," kata Gubri.

Ia menjelaskan, selama dua tahun ini pabrik tersebut akan memproduksi alkohol lemak (fatty alcohol) dari minyak inti sawit, dengan pangsa pasar Asia, Eropa Timur, dan Eropa Barat, dengan bahan baku berbasis nabati tersebut digunakan untuk membuat produk kebersihan, kosmetik, pembersih rumah tangga, dan lain-lain

"Jadi dengan adanya perusahan pabrik ini bisa meningkat perekonomian di Riau, dan juga mempermudah masyarakat dalam memperoleh produksi yang dihasilkan perusahan tersebut. Tentunya selain di eskpor juga diperuntukkan bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Chairman dan CEO Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja, menjelaskan, Sinar Mas Cepsa adalah perusahaan patungan antara Sinar Mas Agribusiness and Food, perusahaan kelapa sawit terbesar kedua di dunia yang terintegrasi secara vertikal, dan Cepsa, perusahaan energi terpadu dan terkemuka yang berpusat di Madrid, Spanyol.

Cepsa dikenal sebagai pemimpin di dunia dalam produksi alkilbenzena linier (LAB) yang digunakan untuk membuat deterjen berbahan dasar organik yang dapat terurai (biodegradable). Usaha patungan ini diciptakan dengan visi untuk menjadi produsen alkohol lemak berbasis nabati serta turunannya yang terdepan dengan skala global dan dengan pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

"Integrasi vertikal Sinar Mas Cepsa dan peluncuran pabrik di Dumai ini merupakan langkah penting yang kami lakukan untuk mencapai visi ini. Melalui usaha patungan ini kami dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk turunan kelapa sawit dan terus mencipatakan lapangan kerja di Indonesia," kata Franky O. Widjaja,

Pabrik ini secara langsung memberikan lapangan pekerjaan bagi 300 tenaga kerja Indonesia, kata Franky, selaik itu juga akan mendukung pertumbuhan industri bahan kimia di Indonesia melalui transfer pengetahuan serta penerapan teknologi terdepan dalam memproduksi alkohol lemak dari bahan baku nabati yang berkelanjutan.**/MC

 
Berita Terbaru >>
Vaksinasi Covid-19 Malam Hari Diprioritaskan untuk Lansia
PPKM Diberlakukan Wako Minta Pemetaan RW Zona Merah Tuntas
Rumah Yatim Riau Bagikan Paket Hdangan Buka Puasa
Ketum APJP Migas Sampaikan Peluang Bisnis Blok Rokan ke Wali Kota
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Diusulkan Jadi Kemendikbudristek
Akun Resmi Fanpage Facebook Ustadz Abdul Somad Raib
Manfaatkan Lahan Tidur, Gubernur Riau Panen Labu dan Jagung
Ketum JMSI Buka Rakerda Pengda JMSI Aceh
Rayakan Harlah ke-75, Muslimat NU Riau Bagikan Ratusan Paket Sembako
Jusuf Kalla dan Sandiaga Uno Jadi Pembicara Pada Dare to be a Leader and Entrepereneur Puskar UIR
 


Home

Redaksi | Pedoman Media Siber | Indeks Berita
© 2012-2017 PT Media Klik Riau, All rights reserved.
Comments & suggestions please email : redaksi.klikriau@gmail.com